Russell Akui Gelar Juara Dunia F1 2026 Milik Antonelli: 'Ini Balapan yang Harus Dimenangkan'
Baca dalam 60 detik
- George Russell mengakui rekan setimnya, Kimi Antonelli, unggul 43 poin setelah gagal finis di Kanada, membuat gelar juara dunia F1 2026 sulit direbut.
- Antonelli, 19 tahun, menolak label favorit dan menekankan musim masih panjang, sementara Russell mengingat comeback di F2 2018 sebagai inspirasi.
- Monaco GP akhir pekan ini menjadi ujian bagi Mercedes yang mendominasi, dengan Ferrari dan McLaren diprediksi kompetitif di sirkuit jalan raya.

Pebalap Mercedes, George Russell, secara blak-blakan menyatakan bahwa gelar juara dunia Formula 1 musim 2026 sudah di tangan Kimi Antonelli dan hanya bisa hilang jika pebalap Italia itu melakukan kesalahan. Pernyataan tersebut muncul setelah Russell gagal finis di Grand Prix Kanada akibat masalah mesin saat memimpin lomba, membuatnya tertinggal 43 poin dari rekan setimnya yang baru berusia 19 tahun itu.
Menjelang Grand Prix Monako akhir pekan ini—putaran keenam dari 22 seri musim ini—Russell mengakui bahwa Antonelli memiliki keunggulan yang signifikan. “Jika saya melihat dari posisi pesaing, Anda sekarang memiliki bantalan yang begitu besar sehingga rasanya Anda hanya bisa mempertahankan atau kehilangannya,” ujar Russell. “Ini miliknya untuk hilang. Mentalitas saya adalah menikmati setiap balapan, mencoba menang, sama seperti yang saya lakukan sepanjang musim ini.”
Namun, Antonelli menolak anggapan tersebut. “Saya tidak terlalu memikirkan pernyataan itu karena musim masih sangat awal,” kata pebalap yang sudah memenangi empat balapan beruntun itu. “Saya terus berusaha unggul, memaksimalkan mobil, dan melihat di mana kami berakhir di akhir musim. Sulit berpikir Anda bisa kehilangan sesuatu ketika Anda belum memenangi kejuaraan.”
Russell, yang musim ini dirundung berbagai insiden—termasuk masalah teknis di kualifikasi China, intervensi safety car di Jepang yang memberikan keunggulan pada Antonelli, serta kegagalan mesin di Kanada—tetap optimistis. Ia mengingat pengalamannya di Formula 2 pada 2018, di mana ia mengalami lima kegagalan dalam setahun namun akhirnya menjadi juara. “Saya mengambil inspirasi dari momen-momen itu. Setiap tahun, Anda punya rangkaian balapan di mana semuanya berjalan sesuai keinginan,” ujarnya. “Saya dalam kondisi mental yang sangat baik. Tekanan terasa hilang sekarang, dan masih banyak waktu tersisa.”
Antonelli, yang baru memasuki musim keduanya di F1, mengaku tidak merasa tertekan. “Saya cukup santai. Saya hanya terus melakukan apa yang saya lakukan, berusaha meningkatkan standar. George adalah rekan setim yang sangat kuat dan dia akan membuat hidup saya sulit,” katanya.
Di sisi lain, Grand Prix Monako diprediksi menjadi tantangan berat bagi Mercedes. Meskipun mobil mereka dominan musim ini, sirkuit jalan raya Monako yang sempit dan lambat lebih menguntungkan Ferrari dan McLaren. Ferrari memiliki mobil yang baik di tikungan, dan kekurangan tenaga mesin mereka tidak akan terlalu terlihat di Monako—sirkuit yang paling tidak sensitif terhadap tenaga. McLaren juga unggul di tikungan kecepatan rendah.
Lewis Hamilton, yang baru meraih hasil terbaiknya bersama Ferrari dengan posisi kedua di Kanada, optimistis. “Sirkuit ini mungkin lebih cocok untuk kami dibanding yang lain. Kami kehilangan banyak waktu di lintasan lurus, jadi di sini kami akan kehilangan lebih sedikit. Mobil kami bagus di kecepatan rendah, jadi saya pikir kami akan kompetitif,” ujarnya. Namun, ia mengakui bahwa setelah upgrade Mercedes di Kanada, mobil mereka juga cepat di tikungan lambat.
Lando Norris dari McLaren juga melihat peluang. “Ferrari tidak tercepat di lintasan lurus karena mereka memiliki banyak downforce dan drag. Itu semacam hukuman yang mereka berikan pada diri sendiri, tetapi memberi keuntungan di tikungan. Keuntungan itu pasti akan terlihat akhir pekan ini,” katanya.
Dengan dominasi Mercedes yang mulai terusik, Monako bisa menjadi titik balik musim ini. Akankah Antonelli mampu mempertahankan keunggulannya, atau justru Russell yang bangkit seperti kisah F2-nya? Jawabannya akan mulai terlihat di sirkuit Monte Carlo akhir pekan ini.



