Matt Damon: Membaca Naskah Interstellar Membuat Saya Menangis
Baca dalam 60 detik
- Aktor Matt Damon mengaku terharu saat membaca naskah film Interstellar karena tema kehilangan masa kecil anak-anaknya.
- Christopher Nolan, sutradara film, juga merasa terhubung secara pribadi dengan konflik antara keluarga dan tanggung jawab dalam cerita.
- Damon kini membintangi film terbaru Nolan, The Odyssey, yang disebutnya sebagai pengalaman paling memuaskan dalam kariernya.

Matt Damon, aktor papan atas Hollywood, mengaku bahwa membaca naskah film fiksi ilmiah Interstellar (2014) membuatnya begitu emosional hingga ia harus menelepon sutradara Christopher Nolan untuk meluapkan perasaannya. Dalam wawancara dengan GQ, Damon yang kini berusia 55 tahun menuturkan bahwa tema utama film—seorang ayah yang kehilangan masa kecil anak-anaknya karena perjalanan luar angkasa—terlalu dekat dengan kehidupan pribadinya sebagai seorang ayah.
Damon, yang memiliki empat anak dari pernikahannya dengan Luciana Barroso, mengaku saat itu sedang berada di luar negeri selama dua minggu jauh dari keluarga. “Saya sangat emosional membaca naskah ini karena saya punya anak kecil. Naskah itu bercerita tentang kehilangan seluruh masa kecil anak Anda,” ujarnya. Ia bahkan langsung menelpon Nolan dan bertanya, “Apa-apaan ini denganmu?”—merujuk pada kemampuan Nolan mengeksplorasi rasa sakit kehilangan momen berharga bersama keluarga.
Nolan, yang dikenal sangat menjaga privasi, mengakui bahwa konflik antara keluarga dan tanggung jawab profesional adalah tema yang sangat personal baginya. “Ketegangan dalam banyak film saya adalah antara keluarga dan keinginan untuk bersama keluarga, namun ada tanggung jawab di luar itu yang menarik saya pergi. Saya sangat merasakan hal itu,” kata Nolan dalam wawancara yang sama.
Keterlibatan Damon dalam Interstellar hanya sebagai peran pendukung, namun pengalamannya membaca naskah justru menjadi momen yang membekas. Kini, ia kembali bekerja sama dengan Nolan dalam film epik The Odyssey, adaptasi dari karya Homer. Damon memerankan tokoh utama Odysseus, dan ia menyebut peran itu sebagai yang paling memuaskan sepanjang kariernya. “Film seperti ini tidak dibuat lagi. Syuting tanpa green screen, seperti cara David Lean dulu. Saya tidak tahu siapa lagi selain Chris yang masih berusaha melakukan itu,” puji Damon kepada majalah TIME.
Dalam The Odyssey, Damon beradu peran dengan Tom Holland, Robert Pattinson, Lupita Nyong'o, Zendaya, dan Charlize Theron. Ia juga memuji dedikasi Nolan di lokasi syuting. “Saat Anda tidak nyaman—dan Anda hampir selalu tidak nyaman secara fisik karena tuntutan pengambilan gambar—jika Anda menoleh ke belakang, dia tidak lebih dari lima kaki di belakang Anda, melakukan hal yang sama tanpa mengeluh. Ada perasaan yang sangat menyenangkan saat menjadi prajurit di parit dan melihat jenderal ada di samping Anda,” ujarnya.
Bagi penikmat film di Indonesia, pengakuan Damon ini menambah lapisan baru dalam mengapresiasi Interstellar. Film yang sudah dianggap sebagai mahakarya fiksi ilmiah itu kini memiliki dimensi emosional yang lebih dalam: bukan hanya tentang perjalanan antariksa, tetapi juga tentang pengorbanan orang tua yang universal. Sementara itu, The Odyssey yang dijadwalkan rilis tahun 2026 menjadi salah satu film paling dinanti, terutama dengan pendekatan praktikal Nolan yang jarang ditemui di era digital saat ini. Akankah film ini mampu menyamai dampak emosional Interstellar? Publik tentu menanti.



