Bobby Tambling, Legenda Chelsea Pencetak 202 Gol, Tutup Usia
Baca dalam 60 detik
- Mantan pencetak gol terbanyak Chelsea, Bobby Tambling, meninggal dunia di usia 84 tahun setelah berjuang melawan demensia.
- Tambling mencetak 202 gol dalam 370 pertandingan untuk The Blues antara 1959 dan 1970, rekor yang bertahan hingga dipecahkan Frank Lampard pada 2013.
- Kepergiannya meninggalkan warisan abadi di Stamford Bridge, tempat spanduk 'Tambling 202' dan sebuah suite di stadion diabadikan untuk menghormatinya.

Dunia sepak bola Inggris berduka. Bobby Tambling, mantan pencetak gol terbanyak Chelsea yang namanya terukir dalam sejarah klub, meninggal dunia pada usia 84 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh pihak keluarga dan klub melalui pernyataan resmi di situs Chelsea, yang menyebut kepergiannya sebagai kehilangan besar bagi salah satu pemain paling legendaris yang pernah membela seragam biru.
Tambling menghabiskan 11 tahun bersama Chelsea, dari 1959 hingga 1970, dan menorehkan 202 gol dari 370 penampilan. Rekor tersebut bertahan selama lebih dari empat dekade hingga akhirnya dipecahkan oleh Frank Lampard pada Mei 2013. Namun, bagi penggemar setia Chelsea, nama Tambling tetap abadi—spanduk bertuliskan 'Tambling 202' masih setia berkibar di Stamford Bridge, dan sebuah suite di stadion dinamai untuk menghormatinya.
Karier Tambling dimulai dengan gemilang. Ia mencetak gol pada debutnya di usia 17 tahun, dan puncaknya terjadi pada 1965 saat ia membawa Chelsea meraih gelar Piala Liga, dengan golnya di final melawan Leicester City. Dua tahun kemudian, ia kembali mencetak gol di final Piala FA 1967, meskipun Chelsea harus mengakui keunggulan Tottenham Hotspur. Prestasinya di level internasional juga patut dicatat: tiga caps bersama timnas Inggris sebelum akhirnya pindah ke Crystal Palace pada 1970.
Setelah gantung sepatu, Tambling memilih menetap di Cork, Republik Irlandia, dan melanjutkan karier sebagai manajer klub lokal seperti Cork Celtic, Cork City, dan Crosshaven. Di tahun-tahun terakhirnya, ia berjuang melawan demensia—penyakit yang kerap menyerang mantan pesepak bola akibat benturan berulang di kepala. Meski demikian, semangatnya tak pernah padam. Dalam pernyataan dari akun X Crosshaven, Tambling dikenang sebagai "legenda sejati Chelsea dan manusia yang lebih luar biasa lagi".
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Tambling menjadi pengingat akan era keemasan Chelsea sebelum era modern. Di tengah dominasi klub-klub besar Eropa yang kini ramai diperbincangkan di Tanah Air, warisan pemain seperti Tambling menunjukkan bahwa kesetiaan dan dedikasi sejati tak lekang oleh waktu. Pertanyaannya, mampukah generasi pesepak bola masa kini meninggalkan jejak serupa—tidak hanya dalam rekor, tetapi juga dalam hati para penggemar?



