Menkeu Purbaya Bantah Rumor Downgrade S&P: Saya Akan Bertemu Malam Ini
Baca dalam 60 detik
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah kabar penurunan peringkat utang Indonesia oleh S&P dan mengonfirmasi pertemuan langsung dengan lembaga pemeringkat tersebut malam ini.
- Rumor negatif yang beredar di pasar disebut menjadi pemicu pelemahan IHSG dan rupiah dalam beberapa hari terakhir.
- Pertemuan ini merupakan lanjutan diskusi sebelumnya di Washington, di mana Purbaya optimistis S&P semakin memahami kondisi fiskal Indonesia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan akan bertemu langsung dengan perwakilan Standard & Poor's (S&P) di Jakarta, Rabu (3/6/2026) malam, guna meredam spekulasi negatif yang menyebut lembaga pemeringkat internasional itu akan menurunkan peringkat utang Indonesia. Dalam pernyataannya di kompleks parlemen, Purbaya menegaskan bahwa rumor tersebut tidak berdasar dan ia siap mengklarifikasi langsung data fiskal Indonesia kepada S&P.
"Saya pikir banyak rumor S&P mau kasih negatif padahal saya mau ketemu S&P nanti malam," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta. Pernyataan ini sekaligus menjawab keresahan pelaku pasar yang sejak beberapa hari terakhir dihebohkan kabar penurunan rating, yang dinilai menjadi salah satu pemicu anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah.
Rumor downgrade memang telah mengemuka di tengah volatilitas pasar keuangan global dan domestik. Beberapa analis memperkirakan bahwa kekhawatiran terhadap prospek fiskal Indonesia turut mempengaruhi sentimen investor. Namun, Purbaya menilai kondisi fiskal Indonesia masih solid dan tidak ada masalah fundamental yang dapat memicu penurunan peringkat.
Tim S&P telah berada di Jakarta sejak Selasa (2/6/2026) dan melakukan serangkaian pertemuan dengan perwakilan pemerintah serta regulator pasar keuangan, termasuk dengan Danantara. Pertemuan malam ini disebut sebagai agenda penting untuk membahas secara mendalam perkembangan ekonomi dan kebijakan fiskal Indonesia.
Sebelumnya, Purbaya juga telah bertemu dengan pihak S&P saat berada di Washington, Amerika Serikat. Dalam diskusi tersebut, ia meyakini bahwa pemahaman S&P terhadap Indonesia semakin membaik. "Kalau ngelihat kondisi fiskal kita, saya sih nggak ada masalah," jelasnya, menekankan optimisme terhadap hasil evaluasi.
Bagi investor Indonesia, hasil pertemuan malam ini menjadi krusial. Jika S&P mempertahankan rating dan outlook, hal itu dapat memulihkan kepercayaan pasar dan menahan arus keluar modal asing. Sebaliknya, jika terdapat sinyal negatif, tekanan terhadap IHSG dan rupiah berpotensi berlanjut. Pasar akan mencermati pernyataan resmi S&P dalam beberapa hari ke depan.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah S&P akan mengubah outlook Indonesia menjadi stabil-ke-negatif atau tetap mempertahankan penilaian positif. Purbaya tampaknya percaya diri, namun pelaku pasar tetap waspada terhadap kejutan yang mungkin muncul.