Prabowo Evaluasi MBG: Kepala BGN Dicopot Beberapa Jam Setelah Tinjau Program
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo memberhentikan Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua wakilnya pada malam hari, hanya beberapa jam setelah meninjau langsung program Makan Bergizi Gratis di Jakarta Barat.
- Pergantian ini didasarkan pada evaluasi kinerja selama 1,5 tahun, termasuk masalah kedisiplinan SOP, tata kelola, dan kualitas makanan dalam program MBG.
- Pimpinan baru BGN, Nanik Sudaryati Deyang, diminta segera melakukan konsolidasi dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan program berjalan tepat sasaran.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7632888/original/091705200_1780421506-IMG-20260602-WA0042.jpg)
Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah cepat dan mengejutkan pada Selasa (2/6/2026) malam dengan memberhentikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta dua wakilnya, hanya beberapa jam setelah dirinya meninjau langsung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Barat. Keputusan ini menandai babak baru dalam pengelolaan program prioritas pemerintah yang menyasar perbaikan gizi masyarakat.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan bahwa Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sanjaya resmi diberhentikan dari jabatan mereka. Sebagai pengganti, Presiden menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN, sementara Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI Trenggono diangkat sebagai Wakil Kepala BGN. Pergantian ini diumumkan di Ruang Sidang Kabinet, Jakarta, didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari.
Menurut Prasetyo, keputusan tersebut diambil setelah Presiden melakukan pemantauan dan evaluasi mendalam terhadap kinerja BGN selama hampir satu setengah tahun. "Hampir satu setengah tahun melakukan monitoring, melakukan evaluasi, maka pada hari ini Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan BGN," ujarnya. Ia menambahkan bahwa pimpinan baru diminta segera melakukan konsolidasi internal serta memperkuat koordinasi dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk memastikan program MBG berjalan optimal.
Kunjungan Presiden ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah pada pagi harinya berlangsung hangat. Prabowo tiba sekitar pukul 09.30 WIB dan disambut oleh Dadan Hindayana. Ia meninjau berbagai fasilitas, termasuk green house, hidroponik, bioflok, dan dapur utama. Presiden juga menyaksikan langsung proses pengolahan makanan dari bahan baku hingga pengemasan. Kunjungan dilanjutkan ke SMP Negeri 111 Jakarta, di mana Prabowo makan bersama siswa dan berdialog tentang cita-cita mereka. Momen menarik terjadi ketika seorang siswa menyatakan ingin menjadi presiden, yang dijawab Prabowo dengan singkat, "Belajar ya."
Namun, suasana akrab itu kontras dengan keputusan malam hari. Prasetyo menjelaskan bahwa selama 1,5 tahun, Presiden mencatat sejumlah persoalan dalam pelaksanaan program MBG. "Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan kedisiplinan menjalankan tata kelola termasuk kedisiplinan dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh BGN," jelasnya. Temuan-temuan ini menjadi dasar pertimbangan Presiden untuk melakukan perombakan kepemimpinan BGN.
Pergantian ini memiliki implikasi luas bagi Indonesia. Program MBG adalah salah satu agenda strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak sekolah. Dengan pimpinan baru yang berlatar belakang militer dan sipil, diharapkan tata kelola BGN lebih disiplin dan akuntabel. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci, mengingat program ini melibatkan banyak pemangku kepentingan, dari pemerintah daerah hingga swasta. Investor dan pelaku usaha di sektor pangan dan gizi perlu mencermati perubahan ini karena dapat memengaruhi kebijakan pengadaan dan distribusi makanan.
Ke depan, tantangan terbesar pimpinan baru BGN adalah memastikan program MBG tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai standar kualitas. Pertanyaan yang mengemuka: apakah perombakan ini cukup untuk memperbaiki celah yang ada, atau justru akan mengganggu kontinuitas program? Publik menanti gebrakan Nanik Sudaryati Deyang dan timnya dalam mengemban amanah besar ini.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7709284/original/062279400_1780509884-WhatsApp_Image_2026-06-03_at_18.47.12__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7834660/original/000912400_1780655228-cek_fakta_-_sherly_laos.jpg)

