Isu Pensiun RuPaul Dibantah: Michelle Visage Tegaskan Sang Ikon Tak Akan Pergi
Baca dalam 60 detik
- Michelle Visage, juri tetap RuPaul's Drag Race, membantah keras rumor bahwa RuPaul akan pensiun dari acara yang ia ciptakan.
- Visage menyebut RuPaul 'tidak akan ke mana-mana' dan menegaskan bahwa tak ada pengganti yang bisa menyaingi 'Mama Ru'.
- Produser eksekutif Fenton Bailey juga optimis Drag Race akan terus relevan, bahkan di tengah perubahan iklim politik AS.

Rumor pensiun yang membayangi RuPaul, ikon drag dan kreator RuPaul's Drag Race, akhirnya mendapat bantahan keras dari orang terdekatnya. Michelle Visage, juri tetap yang telah mendampingi RuPaul selama 18 musim, menegaskan bahwa sang bintang tidak akan meninggalkan panggung yang ia bangun sendiri.
Dalam wawancara dengan E! News, Visage dengan tegas menyatakan, "Tidak ada akhir untuk RuPaul sama sekali. Dia tidak akan ke mana-mana, sayang, dan aku juga tidak. Jadi kita bisa hentikan rumor itu sekarang juga. Percayalah pada Mother." Pernyataan ini muncul setelah spekulasi publik bahwa RuPaul mungkin akan mundur sebagai pembawa acara utama, mengingat usianya yang telah menginjak 64 tahun dan 18 musim kesuksesan acara tersebut.
Visage, yang juga dikenal sebagai anggota grup musik The Seduction, menambahkan bahwa RuPaul justru hidup dan bersemangat saat menjalani syuting. "Aku rasa Ru tidak akan pernah pensiun. Dia benar-benar hidup dan mencintai apa yang kami lakukan. Ini adalah rumah yang dibangun Ru, dan tidak ada seorang punโdengan segala hormat kepada para pembawa acara di seluruh dunia, termasuk dirikuโyang bisa melakukannya seperti Mama Ru," ujarnya.
Kedekatan Visage dan RuPaul bukan sekadar hubungan kerja. Visage mengungkapkan bahwa ikatan mereka didasari oleh "cinta yang dalam dan mendalam satu sama lain." Meski kadang memiliki pandangan berbeda, seperti soal pola makan, hal itu tidak mengurangi rasa saling menghargai. "Kami hanya sangat mencintai diri kami masing-masing sehingga jika Ru mau makan daging sapi dan aku tidak, itu tidak masalah," kata Visage.
Bantahan Visage ini memperkuat pernyataan RuPaul sendiri di masa lalu. Pada 2019, ia mengatakan kepada Entertainment Tonight, "Aku suka menjadi kreatif, entah itu menghasilkan uang atau tidak. Selama ada selembar kertas dan selotip, aku bisa kreatif dan menciptakan sesuatu. Itulah diriku. Aku akan terus melakukannya." Semangat inilah yang membuat para penggemar yakin bahwa Drag Race akan terus bergulir.
Di sisi lain, Fenton Bailey, salah satu pendiri World of Wonder yang memproduksi Drag Race, juga angkat bicara soal masa depan franchise ini di tengah perubahan politik AS. Menjelang pemilu 2024, Bailey menepis kekhawatiran bahwa acara ini akan terhambat di bawah kepemimpinan Donald Trump. "Retorika mungkin satu hal, dan mungkin ada semacam penarikan inisiatif, tapi saya sangat percaya bahwa lebih dari sebelumnya, orang menginginkan Drag Race, mereka menginginkan drag... langkah maju, langkah mundur. Tapi secara keseluruhan, ia terus bergerak maju," ujarnya kepada The Playlist.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini tentu melegakan. Meski belum ada versi lokal, popularitas Drag Race di Tanah Air terus tumbuh melalui platform streaming. Banyak komunitas drag Indonesia yang terinspirasi oleh RuPaul, dan kehadiran acara ini dianggap sebagai simbol penerimaan dan keberagaman. Dengan RuPaul yang tetap bertahan, harapan akan semakin banyaknya representasi LGBTQ+ di televisi Indonesia pun tetap terjaga.
Pertanyaan selanjutnya: akankah Drag Race suatu hari hadir dengan versi Indonesia? Atau justru semangat RuPaul yang tak kenal lelah akan mendorong lahirnya lebih banyak ajang drag lokal? Yang jelas, selama RuPaul masih 'on fire', dunia drag belum akan kehilangan ikonnya.



