Paramount Games Studio Resmi Dibentuk, Siap Umumkan Game AAA Baru
Baca dalam 60 detik
- Paramount Skydance menggabungkan dua studio gamenya menjadi satu entitas bernama Paramount Games Studio.
- Pengumuman game AAA baru dijadwalkan pada Summer Game Fest 2026, menandai langkah besar dalam strategi hiburan interaktif Paramount.
- Langkah ini mengindikasikan konsolidasi industri game global yang bisa berdampak pada distribusi dan lisensi di pasar Indonesia.

Paramount Skydance, perusahaan hiburan yang dipimpin David Ellison, mengambil langkah strategis dengan menggabungkan dua studio gamenya—Skydance Interactive dan Skydance New Media—menjadi satu entitas bernama Paramount Games Studio. Langkah ini diumumkan bersamaan dengan rencana peluncuran sebuah game AAA dalam waktu dekat, tepatnya pada ajang Summer Game Fest 2026.
Konsolidasi ini merupakan bagian dari restrukturisasi besar yang telah berlangsung selama setahun terakhir di bawah kepemimpinan Ellison. Dengan penggabungan ini, Paramount Games Studio akan menaungi pengembangan dua proyek besar yang sudah diumumkan sebelumnya, yaitu Marvel 1943: Rise of Hydra dan sebuah game Star Wars yang belum diberi judul. Kedua proyek tersebut dipastikan tetap berjalan sesuai rencana.
Pengumuman game AAA baru yang akan disampaikan dalam hitungan jam di Summer Game Fest 2026 menjadi sorotan utama. Langkah ini menandai ambisi Paramount untuk memperkuat posisinya di industri game, yang selama ini lebih dikenal melalui film dan televisi. Dengan membentuk studio game terpadu, Paramount ingin menciptakan ekosistem hiburan yang lebih terintegrasi, di mana properti intelektual dari berbagai media dapat dikembangkan secara sinergis.
Konsolidasi studio game bukanlah fenomena baru di industri ini. Beberapa perusahaan besar seperti Microsoft dan Sony juga telah melakukan langkah serupa untuk menyatukan sumber daya dan mempercepat pengembangan. Namun, bagi Paramount, langkah ini memiliki arti khusus karena perusahaan ini relatif baru serius di industri game. Sebelumnya, Paramount lebih banyak melisensikan properti intelektualnya ke pengembang pihak ketiga. Kini, dengan studio internal yang solid, Paramount dapat mengontrol kualitas dan jadwal rilis secara lebih langsung.
Dari perspektif pasar Indonesia, langkah Paramount ini patut dicermati. Indonesia merupakan salah satu pasar game terbesar di Asia Tenggara dengan pertumbuhan pengguna yang pesat. Game-game bermerek Hollywood seperti Marvel dan Star Wars memiliki basis penggemar yang kuat di Tanah Air. Jika Paramount Games Studio mampu merilis game AAA berkualitas, peluang untuk menjangkau konsumen Indonesia melalui distribusi digital atau kerja sama dengan platform lokal seperti GoPlay atau Telkomsel semakin terbuka. Namun, tantangan seperti harga perangkat dan koneksi internet masih menjadi hambatan yang perlu diatasi.
Para analis menilai bahwa langkah Paramount ini juga merupakan respons terhadap persaingan ketat di industri game, di mana perusahaan streaming seperti Netflix dan Amazon juga mulai merambah pengembangan game. Dengan memiliki studio sendiri, Paramount dapat menawarkan konten eksklusif yang terintegrasi dengan layanan streaming Paramount+. Ini bisa menjadi nilai jual yang membedakan Paramount dari kompetitor.
Ke depannya, pertanyaan yang muncul adalah apakah Paramount Games Studio akan mampu mempertahankan momentum ini. Pengumuman game AAA di Summer Game Fest 2026 akan menjadi ujian pertama bagi entitas baru ini. Jika sukses, bukan tidak mungkin Paramount akan mengakuisisi lebih banyak studio atau memperluas portofolio gamenya ke genre lain. Namun, jika gagal, konsolidasi ini justru bisa menjadi beban baru bagi perusahaan yang sedang berbenah.



