Val Kilmer Dikenang sebagai 'Manusia Terburuk' oleh Sutradara Konspirasi
Baca dalam 60 detik
- Sutradara Adam Marcus menyebut Val Kilmer sebagai manusia terburuk yang pernah dikenalnya dalam unggahan Threads yang kemudian dihapus.
- Kilmer sebelumnya mendapat kritik serupa dari Joel Schumacher dan John Frankenheimer, namun ia membela diri dengan menyebut tuduhan itu fitnah.
- Dalam dokumenter Val (2021), Kilmer mengakui perilakunya yang buruk namun tidak menyesal karena telah menemukan jati diri.

Val Kilmer, aktor legendaris yang meninggal pada April 2025 di usia 65 tahun, kembali menjadi sorotan setelah sutradara Adam Marcus secara terbuka menyebutnya sebagai "manusia terburuk yang pernah saya kenal". Pernyataan itu muncul dalam unggahan di Threads yang kemudian dihapus, namun sempat menyulut perdebatan tentang etika mengkritik orang yang telah meninggal.
Marcus, yang menyutradarai Kilmer dalam film laga Conspiracy (2008), menulis dengan nada sinis tentang pengalamannya bekerja dengan aktor pemeran Iceman di Top Gun itu. Ia bahkan menantang norma yang melarang berbicara buruk tentang almarhum, dengan mengatakan bahwa jika Kilmer melakukan sepersepuluh dari apa yang ia lakukan di set film saat ini, ia pasti sudah di-cancel dalam sekejap.
Kritik terhadap Kilmer bukanlah hal baru. Pada 1996, sutradara Batman Forever Joel Schumacher menyebutnya sebagai "manusia yang terganggu secara psikologis" dalam wawancara dengan Entertainment Weekly. Sementara itu, John Frankenheimer, sutradara The Island of Dr. Moreau, menyatakan tidak akan pernah bekerja sama dengan Kilmer lagi setelah produksi film tersebut. Frankenheimer bahkan dikenal memiliki sejarah keras terhadap aktor-aktornya.
Kilmer tidak tinggal diam. Dalam wawancara dengan Rolling Stone pada 2003, ia membalas kritik Schumacher dengan menyebut sutradara itu bukanlah sutradara hebat, meskipun pandai menghasilkan uang. Ia juga menantang tuduhan Schumacher dengan mengatakan bahwa pernyataan tentang ketidakstabilannya adalah fitnah yang bisa digugat. Mengenai Frankenheimer, Kilmer menudingnya memiliki kebiasaan buruk dalam memperlakukan orang.
Dalam dokumenter Val (2021), Kilmer mengakui bahwa ia pernah berperilaku buruk, aneh, dan juga berani. Namun ia tidak menyesali semua itu karena justru melalui pengalaman tersebut ia menemukan bagian-bagian dirinya yang sebelumnya tidak ia kenali. Pengakuan jujur ini sempat meredam sebagian kritik, meskipun tidak sepenuhnya menghapus reputasi sulit yang melekat padanya.
Bagi publik Indonesia, kasus ini mengingatkan pada fenomena cancel culture yang mulai marak di industri hiburan Tanah Air. Pertanyaan etis tentang apakah pantas mengkritik figur yang telah meninggal masih menjadi perdebatan hangat, terutama di media sosial. Sementara itu, warisan Val Kilmer sebagai aktor berbakat tetap diakui, namun sisi gelap kepribadiannya terus menjadi bahan diskusi yang tak kunjung usai.



