Ryamizard Ryacudu Tutup Usia, Jejak Sang Jenderal dari KSAD hingga Menhan
Baca dalam 60 detik
- Mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meninggal dunia di RSPAD pada usia 76 tahun, Minggu (31/5).
- Karier militernya cemerlang: dari Komandan Kontingen Garuda di Kamboja hingga Kepala Staf Angkatan Darat era Megawati.
- Di bawah Presiden Jokowi, ia dipercaya sebagai Menhan pertama periode 2014-2019, dikenal sebagai sosok militer yang demokratis.

Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu meninggal dunia pada Minggu (31/5) sore di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto (RSPAD) pada pukul 14.03 WIB. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, yang menyampaikan bahwa almarhum mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan.
Ryamizard, yang lahir di Palembang pada 21 April 1950, mengakhiri pengabdiannya di TNI sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. Ia juga dikenal sebagai menantu dari Wakil Presiden keenam Try Sutrisno, sementara ayahnya, Mayjen TNI Musanif Ryacudu, merupakan perwira tinggi yang dekat dengan Presiden Soekarno.
Pada era Presiden Joko Widodo, Ryamizard dipercaya mengemban amanat sebagai Menteri Pertahanan untuk periode pertama (2014-2019). Saat pelantikannya, Jokowi menyebutnya sebagai anggota militer yang pemikir dan demokratis, sebuah penilaian yang mencerminkan rekam jejaknya selama bertugas.
Nama Ryamizard mulai mencuat saat ia menjabat sebagai Komandan Kontingen Garuda XII di Kamboja pada dekade 1990-an, ketika masih berpangkat kolonel. Pengalaman internasional itu menjadi batu loncatan kariernya. Selepas dari Kamboja, ia berturut-turut menduduki posisi strategis: Komandan Brigade Infanteri 17 Kostrad, Asisten Perencanaan Kepala Staf Kodam VII/Wirabuana, Kepala Staf Divisi Infanteri 2 Kostrad, Kepala Staf Kodam II/Sriwijaya, Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Kepala Staf Kostrad, Panglima Kodam V/Brawijaya (1999), Pangdam Jaya (1999-2000), hingga Pangkostrad (Agustus 2000-2002).
Di mata kolega dan juniornya, Ryamizard dikenal sebagai perwira yang tegas namun terbuka terhadap gagasan baru. Kepemimpinannya di Kostrad dan Kodam Jaya pada masa transisi reformasi dinilai krusial dalam menjaga stabilitas keamanan. Sebagai Menhan, ia mendorong modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) dan memperkuat diplomasi pertahanan Indonesia di kawasan.
Kepergian Ryamizard meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar TNI dan bangsa Indonesia. Pertanyaan yang mengemuka kini adalah bagaimana warisan pemikiran dan kebijakannya akan dilanjutkan oleh generasi penerus, terutama dalam menghadapi tantangan pertahanan yang kian kompleks.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7627048/original/049542300_1780414765-Menteri_Sekretaris_Negara_Prasetyo_Hadi.jpeg)

