Prabowo Disambut Upacara Militer di Les Invalides: Kemitraan RI-Prancis Menuju Level Strategis
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto tiba di Paris dan disambut Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu dalam upacara militer kenegaraan di Les Invalides.
- Kunjungan ini merupakan langkah konkret memperkuat hubungan bilateral, dengan rencana peningkatan status kemitraan menjadi Comprehensive Strategic Partnership.
- Bagi Indonesia, kerja sama ini membuka peluang investasi dan diplomasi pertahanan di tengah ketidakpastian global.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7182308/original/045388500_1779978268-5f18a922-7504-48d6-9481-06dd5432873c.jpg)
Presiden Prabowo Subianto tiba di kompleks Les Invalides, Paris, pada Kamis (28/5/2026) dan langsung disambut oleh Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu dalam sebuah upacara militer kenegaraan. Kedatangan presiden ke-8 Indonesia itu menandai babak baru dalam hubungan bilateral kedua negara yang tengah bergerak menuju kemitraan strategis komprehensif.
Upacara penyambutan dimulai pukul 15.30 waktu setempat, diawali dengan pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya di halaman kehormatan militer Prancis. Prabowo, yang mengenakan jas abu-abu dan kacamata hitam, kemudian meninjau pasukan militer Prancis menggunakan mobil alutsista. Dalam prosesi tersebut, ia didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indrawijaya dan Menteri Investasi/Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani.
Kunjungan kenegaraan ini merupakan balasan atas kunjungan Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia pada tahun lalu. Sejak tiba di Paris pada Selasa (26/5/2026), Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Macron di Istana Elysee. Salah satu agenda utama adalah pengumuman peningkatan status hubungan bilateral dari Kemitraan Strategis menjadi Comprehensive Strategic Partnership (CSP).
Menurut keterangan Kementerian Luar Negeri RI, langkah ini mencerminkan semakin pentingnya Indonesia dan Prancis bagi satu sama lain di tengah ketidakpastian global. "Kedua Presiden akan mengumumkan keinginan bersama untuk meningkatkan hubungan bilateral menuju Comprehensive Strategic Partnership," demikian pernyataan resmi yang dikutip dari Badan Komunikasi Pemerintah RI.
Bagi Indonesia, peningkatan kemitraan ini memiliki implikasi strategis. Selain memperkuat diplomasi pertahanan, kerja sama dengan Prancis membuka akses bagi investasi di sektor infrastruktur, energi, dan teknologi. Di sisi lain, Prancis melihat Indonesia sebagai mitra kunci di kawasan Indo-Pasifik, terutama dalam menjaga stabilitas regional.
Kunjungan Prabowo juga menjadi sinyal bahwa hubungan bilateral RI-Prancis tidak hanya bersifat seremonial, tetapi substantif. Pertemuan-pertemuan sebelumnya pada Juli 2025, Januari 2026, dan April 2026 menunjukkan intensitas komunikasi yang tinggi antara kedua pemimpin. Hal ini memperkuat dugaan bahwa kerja sama pertahanan dan ekonomi akan menjadi pilar utama CSP.
Ke depan, implementasi CSP akan diuji melalui proyek-proyek konkret, seperti transfer teknologi militer, investasi di Ibu Kota Nusantara, dan kolaborasi di bidang perubahan iklim. Pertanyaannya, sejauh mana komitmen ini akan diwujudkan dalam kebijakan nyata yang menguntungkan kedua negara?
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7443608/original/002793800_1780219358-34ece42d-8437-49cc-aba8-ccb292d0ea86.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7448412/original/027920400_1780223594-1001319846.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7521598/original/080834400_1780294430-IMG-20260601-WA0042.jpg)