Sunderland Siapkan Tawaran £30 Juta untuk Harvey Elliott, Bekuk Sindrom Musim Kedua
Baca dalam 60 detik
- Sunderland dikabarkan akan mengajukan tawaran sekitar £30 juta untuk merekrut gelandang Liverpool, Harvey Elliott, yang tengah dipinjamkan ke Aston Villa.
- Manajemen Sunderland khawatir dengan sindrom musim kedua yang kerap menjegal tim promosi, apalagi musim depan mereka juga akan berlaga di kompetisi Eropa.
- Elliott dinilai bisa menjadi solusi kreativitas lini tengah yang sempat menjadi titik lemah Sunderland, bahkan berpotensi melampaui performa Enzo Le Fee.

Sunderland dikabarkan siap menggelontorkan dana sekitar £30 juta untuk memboyong gelandang muda Liverpool, Harvey Elliott, ke Stadium of Light. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi sindrom musim kedua yang kerap menghantui tim promosi Premier League, apalagi musim depan Sunderland juga akan tampil di kompetisi Eropa.
Setelah sukses promosi dari Championship dan langsung finis di papan atas musim ini, Sunderland kini harus bersiap menghadapi beban ganda: mempertahankan performa di liga domestik sambil menjalani jadwal padat Eropa. Manajemen klub sadar bahwa banyak tim promosi yang terpuruk di musim kedua setelah sebelumnya aman dari degradasi. Oleh karena itu, perekrutan pemain berkualitas menjadi prioritas utama.
Menurut laporan Sports Boom, Liverpool bersedia mendengarkan tawaran untuk Elliott yang saat ini dipinjamkan ke Aston Villa. Gelandang berusia 21 tahun itu mengalami musim yang frustrasi di Villa Park karena minimnya menit bermain. Namun, sebelumnya Elliott sempat bersinar di Liverpool, terutama pada musim terakhir Jurgen Klopp, dengan menciptakan lima peluang emas hanya dalam 11 kali starter.
Kedatangan Elliott diproyeksikan untuk menambah daya gedor lini tengah Sunderland yang dinilai masih kurang kreatif. Meski sudah memiliki Enzo Le Fee yang tampil konsisten, manajemen menilai Elliott memiliki potensi lebih besar. Mantan pelatih U18 Liverpool, Neil Critchley, pernah memuji kemampuan Elliott yang bisa menghasilkan "sihir nyata di atas bola".
Menariknya, Sunderland bukan satu-satunya klub yang memburu Elliott. Sejumlah klub Premier League lain dan RB Leipzig dari Jerman juga dikabarkan tertarik. Namun, Sunderland memiliki keunggulan karena Elliott disebut ingin mencari platform untuk kembali mengembangkan kariernya setelah tersisih di Aston Villa dan sebelumnya di Anfield.
Bagi sepak bola Indonesia, pergerakan Sunderland di bursa transfer ini bisa menjadi pelajaran. Klub-klub Liga 1 yang seringkali gagal mempertahankan performa setelah musim debut yang baik bisa meniru strategi Sunderland: merekrut pemain muda berbakat yang butuh kesempatan kedua. Elliott, yang pernah menjuarai Europa League, adalah contoh pemain dengan pengalaman Eropa yang bisa menjadi pembeda.
Pertanyaan besarnya, akankah Sunderland berhasil mengamankan tanda tangan Elliott di tengah persaingan ketat? Atau justru Le Fee yang akan tetap menjadi andalan? Yang jelas, keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan nasib Sunderland di musim depan.



