Real Madrid Incar Dua Bintang Muda Como, Bukan Cuma Nico Paz
Baca dalam 60 detik
- Real Madrid berencana mengaktifkan klausul pembelian kembali dua pemain Como, Nico Paz dan Jacobo Ramon, dengan total biaya sekitar €23 juta.
- Como berusaha mempertahankan Paz setidaknya satu musim lagi, mengingat klub akan debut di Liga Champions, namun keputusan akhir ada di tangan Madrid.
- Strategi buy-back Madrid mencakup tiga pemain, termasuk Victor Munoz di Osasuna, sebagai bagian dari peremajaan skuad dengan biaya rendah.

Real Madrid dikabarkan tidak hanya mengincar kembali Nico Paz dari Como, tetapi juga bek tengah Jacobo Ramon, dalam skema pembelian kembali yang bisa mengubah komposisi skuad Los Blancos musim depan. Laporan dari Spanyol menyebutkan bahwa raksasa La Liga itu siap mengaktifkan klausul buy-back untuk dua pemain muda Como sekaligus, dengan total biaya yang relatif murah.
Nico Paz, gelandang serang Argentina yang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Serie A musim lalu, menjadi target utama Madrid. Klub asal ibu kota Spanyol itu memiliki opsi membeli kembali Paz sebesar €9 juta pada musim panas 2025, setelah sebelumnya menjualnya ke Como dengan harga murah pada 2024. Namun, Como yang musim depan akan tampil perdana di Liga Champions berusaha keras mempertahankan pemain berusia 20 tahun itu setidaknya satu musim lagi. Pelatih Cesc Fabregas disebut menjadi faktor utama yang membuat Paz betah, dan sang pemain dikabarkan ingin bertahan.
Selain Paz, Madrid juga bisa mengaktifkan klausul serupa untuk Jacobo Ramon, bek tengah yang dibeli Como seharga €2,5 juta pada musim panas lalu. Struktur kesepakatan Ramon identik dengan Paz: Madrid berhak atas 50% penjualan di masa depan dan memiliki opsi buy-back bertahap dengan harga rendah. Menurut laporan Marca, Madrid berpotensi membeli kembali Paz, Ramon, dan Victor Munoz—pemain 22 tahun yang kini di Osasuna—dengan total sekitar €23 juta. Angka ini dianggap sangat efisien untuk peremajaan skuad, belum termasuk kemungkinan kembalinya Endrick setelah masa pinjaman di Ligue 1.
Keputusan akhir tetap berada di tangan Real Madrid. Meski Como berusaha menahan Paz dengan iming-iming Liga Champions, Madrid memiliki hak kontraktual yang jelas. Bagi Como, kehilangan dua pemain kunci sekaligus bisa menjadi pukulan telak, apalagi klub sedang membangun fondasi untuk bersaing di level tertinggi Eropa. Di sisi lain, Madrid melihat skema buy-back ini sebagai cara cerdas untuk mengamankan talenta muda tanpa menguras anggaran besar.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kasus ini mengingatkan pada strategi klub-klub Eropa yang memanfaatkan klausul pembelian kembali untuk mengontrol karier pemain muda. Model bisnis seperti ini jarang terjadi di Liga Indonesia, tetapi bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Tanah Air yang mulai serius mengelola aset pemain. Pertanyaan besarnya: apakah Como mampu mempertahankan proyek ambisiusnya jika Madrid benar-benar menarik dua bintang mudanya?



