Leeds Incar Gelandang Maroko Azzedine Ounahi sebagai Pewaris Mateusz Klich
Baca dalam 60 detik
- Leeds United dikabarkan kembali mengincar gelandang Girona, Azzedine Ounahi, yang memiliki klausul rilis ยฃ17 juta setelah timnya terdegradasi dari LaLiga.
- Ounahi dinilai sebagai kandidat ideal untuk mengisi peran all-round midfielder seperti Mateusz Klich di era Marcelo Bielsa, dengan kemampuan mencetak gol, menciptakan peluang, dan dribel.
- Pemain 26 tahun itu mencatatkan 11 big chances dalam 24 penampilan LaLiga musim ini, lebih banyak dari pemain Leeds mana pun di Premier League.

Leeds United kembali membidik gelandang serba bisa asal Maroko, Azzedine Ounahi, sebagai jawaban atas kebutuhan lini tengah mereka musim depan. Klub asal Yorkshire Barat itu dikabarkan telah menyatakan minatnya untuk merekrut pemain Girona tersebut setelah timnya terdegradasi dari LaLiga, dengan banderol sekitar ยฃ17 juta.
Musim perdana Leeds kembali ke Premier League di bawah asuhan Daniel Farke berakhir dengan posisi ke-14, cukup untuk menjauh dari zona degradasi. Namun, Farke telah menyatakan ambisinya untuk tidak sekadar bertahan. Investasi di bursa transfer musim panas menjadi keniscayaan jika mereka ingin bersaing di papan atas.
Menurut laporan MOT Leeds News, Leeds telah mengaktifkan kembali perburuan terhadap Ounahi setelah sempat memantau pemain berusia 26 tahun itu pada bursa Januari lalu. Girona yang terdegradasi ke Segunda Division membuat klausul rilis sebesar ยฃ17 juta dalam kontraknya menjadi lebih terjangkau, meski Leeds bisa saja menegosiasikan harga lebih rendah.
Ounahi dinilai sebagai tipe gelandang yang mirip dengan Mateusz Klich, sosok penting di era Marcelo Bielsa. Klich dikenal sebagai pemain tengah yang lengkap: bisa mencetak gol, memberi assist, memenangkan duel, melakukan tekel, dan menggiring bola. Farke disebut membutuhkan profil serupa untuk memperkuat lini tengahnya.
Musim ini, Ounahi mencatatkan 11 peluang emas (big chances) dalam 24 penampilan LaLiga. Angka tersebut lebih tinggi dari pencapaian pemain Leeds mana pun di Premier League, di mana tidak ada yang menciptakan lebih dari sembilan big chances sepanjang musim. Ia juga mencetak lima gol, termasuk satu ke gawang Real Madrid.
Kemampuan dribel Ounahi juga patut diperhitungkan. Ia rata-rata melakukan 2,9 dribel sukses per pertandingan di LaLiga, lebih banyak dari pemain Leeds mana pun di Premier League. Ini menunjukkan kemampuannya melewati tekanan lawan dengan bola, sebuah atribut yang sangat dibutuhkan Leeds jika ingin mendominasi penguasaan bola musim depan.
Bagi Leeds, merekrut Ounahi dengan harga yang terbilang murah bisa menjadi langkah cerdas. Namun, persaingan diperkirakan ketat karena klub lain juga dikabarkan tertarik. Jika berhasil, Farke akan memiliki gelandang serba bisa yang bisa menjadi fondasi permainan mereka di lini tengah.
Pertanyaan besarnya: akankah Leeds mampu memanfaatkan situasi degradasi Girona untuk mendapatkan Ounahi dengan harga lebih murah, atau justru kalah bersaing dengan klub lain yang juga membutuhkan gelandang kreatif?


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5663977/original/046495500_1778332453-20260509_PSS_Sleman_vs_Garudayaksa-14.JPG)
