Deco: Era Baru Barcelona Baru Dimulai, Gelar La Liga Hanya Awal
Baca dalam 60 detik
- Direktur olahraga Barcelona, Deco, menegaskan tim asuhan Hansi Flick yang dihuni pemain muda lulusan La Masia baru memulai perjalanan panjang mereka, bukan sekadar mempertahankan gelar.
- Keberhasilan Barcelona merebut dua gelar La Liga beruntun tidak membuat Deco puas; ia melihat potensi besar dari generasi emas seperti Yamal, Cubarsi, dan Lopez untuk meraih lebih banyak trofi.
- Marcus Rashford, yang dipinjam dari Manchester United, dianggap berjasa besar meski tidak selalu menjadi starter, dan Deco mengakui kontribusinya krusial, termasuk gol indah di El Clasico.

Barcelona tidak akan berhenti hanya dengan dua gelar La Liga beruntun. Direktur olahraga klub, Deco, menegaskan bahwa skuad muda asuhan Hansi Flick saat ini baru berada di awal perjalanan sejarah mereka, bukan di puncak kejayaan.
Dalam wawancara eksklusif dengan BBC Sport, Deco menyebut generasi baru lulusan La Masia—seperti Lamine Yamal, Pau Cubarsi, dan Fermin Lopez—sebagai fondasi tim untuk tahun-tahun mendatang. "Ini adalah awal dari era, awal dari sejarah tim ini," ujar Deco. "Para pemain ini masih sangat muda dan mereka haus akan prestasi yang lebih besar."
Barcelona memastikan gelar La Liga musim ini setelah mengalahkan Real Madrid beberapa pekan lalu, dengan keunggulan tiga pertandingan tersisa. Catatan 11 kemenangan beruntun menjadi bukti dominasi mereka di kompetisi domestik, meski langkah terhenti di perempat final Liga Champions. Deco menilai keberhasilan ini bukan sekadar mempertahankan gelar, melainkan pembuktian bahwa proyek jangka panjang klub berjalan sesuai rencana.
Deco juga menyoroti peran Hansi Flick dalam membangun tim yang tidak perlu banyak berbelanja pemain baru. "Dengan skuad ini, kami tidak perlu mendatangkan empat atau lima pemain lagi," tegasnya. Filosofi Flick yang mengandalkan pemain muda dan pressing tinggi terbukti efektif, meski tantangan terbesar tetap ada di Eropa.
Satu nama yang mencuri perhatian adalah Marcus Rashford. Pemain pinjaman dari Manchester United itu tampil impresif meski tidak selalu menjadi starter. Gol tendangan bebasnya yang memecah kebuntuan di El Clasico menjadi momen kunci musim ini. "Kami tahu kemampuannya, tapi gol itu luar biasa," puji Deco. Rashford, yang dikabarkan ingin bertahan di Spanyol, masih menunggu kepastian masa depannya. Barcelona memiliki opsi pembelian permanen sebesar 35 juta euro.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah kebangkitan Barcelona lewat akademi menjadi pengingat bahwa investasi jangka panjang pada pembinaan usia muda bisa menghasilkan prestasi berkelanjutan. Di tengah gempuran klub-klub kaya yang mengandalkan pembelian pemain mahal, model Barcelona—meski sempat terpuruk—kini kembali menunjukkan taringnya. Pertanyaan besarnya: mampukah mereka mengulang kejayaan di Eropa seperti era Guardiola? Deco optimistis, tapi jalan masih panjang.


