Naomi Osaka Kembali Curi Perhatian di Prancis Terbuka dengan Gaun Emas Berkilauan
Baca dalam 60 detik
- Naomi Osaka tampil memukau di Prancis Terbuka dengan gaun emas berkilau yang terinspirasi dari Menara Eiffel di malam hari, lengkap dengan atasan luar rancangan desainer Swiss.
- Petenis peraih empat gelar Grand Slam ini mengaku sudah terbiasa dengan transisi dari penampilan fashion ke pertandingan, menganggap momen walk-on Grand Slam sebagai panggung hiburan.
- Osaka menyebut fashion sebagai cara untuk berbicara tanpa kata-kata, meskipun ia sempat khawatir pantulan cahaya dari gaunnya akan membuat wasit melarangnya bermain.

PARIS โ Naomi Osaka kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam berfashion di ajang Grand Slam. Pada pertandingan putaran pertama Prancis Terbuka, Selasa (27/5), petenis asal Jepang itu tampil dengan gaun emas berkilau yang langsung menjadi sorotan di Court Suzanne-Lenglen.
Osaka memasuki lapangan dengan mengenakan atasan bodice berhias manik-manik yang dirancang menyerupai baju zirah, dipadukan rok panjang lipit berwarna hitam. Setelah melepas lapisan luar tersebut, ia tampil dengan gaun bermain berwarna emas penuh payet. Gaun itu, menurut Osaka, mengingatkannya pada gemerlap Menara Eiffel di malam hari. "Saya rasa saya sedikit mirip dengan itu," ujarnya usai pertandingan.
Pemenang empat gelar Grand Slam ini mengalahkan petenis Jerman Laura Siegemund dengan skor 6-3, 7-6 (3). Osaka mengungkapkan bahwa gaun bermainnya dirancang oleh Nike, sementara lapisan luar merupakan karya desainer asal Swiss, Kevin Germanier. Sebelumnya, di Australia Terbuka awal tahun ini, ia tampil dengan topi bertepi lebar, kerudung, dan payung putih. Sementara di AS Terbuka tahun lalu, ia menghiasi rambutnya dengan mawar merah berkilau dan membawa boneka Labubu bernama Billie Jean Bling.
Menariknya, Osaka mengaku sempat khawatir gaunnya terlalu berkilau saat terkena sinar matahari. "Saya takut wasit akan mengusir saya dari lapangan. Makanya saya siapkan dua gaun Nike biasa sebagai cadangan," katanya. Meski demikian, ia mengaku sudah terbiasa dengan transisi dari penampilan fashion ke pertandingan. "Atlet juga bagian dari dunia hiburan. Walk-on di Grand Slam adalah satu-satunya momen di mana saya merasa seperti seorang penghibur," tambahnya.
Osaka juga menegaskan bahwa fashion adalah medium ekspresi dirinya. "Saya tidak banyak bicara, jadi saya bisa berbicara lewat pakaian. Saya sedikit dramatis dalam hal selera fashion," ujarnya. Sementara itu, di lapangan lain, petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka juga menarik perhatian dengan kalung berlian yang dikenakannya saat bertanding.
Fenomena Osaka ini menunjukkan bahwa batas antara olahraga dan fashion semakin kabur. Para atlet kini tidak hanya dinilai dari performa, tetapi juga dari kemampuan mereka membangun personal branding. Osaka, dengan gaya khasnya, berhasil memanfaatkan momen Grand Slam untuk menunjukkan bahwa tenis adalah panggung pertunjukan yang utuh.



