Real Madrid Dilanda Krisis: Ruang Ganti Terbelah, Performa Merosot, dan Masa Depan Xabi Alonso Terancam
Baca dalam 60 detik
- Real Madrid gagal memanfaatkan keunggulan kandang dan hanya bermain imbang 1-1 melawan Girona, membuat mereka kehilangan puncak klasemen La Liga.
- Ketegangan di ruang ganti meningkat karena metode pelatihan Xabi Alonso dianggap tidak cocok dengan sejumlah pemain bintang, meskipun manajemen masih memberikan dukungan.
- Laga tandang melawan Athletic Bilbao menjadi ujian krusial bagi Alonso untuk membuktikan kemampuannya membalikkan situasi dan memperbaiki citra tim.

Real Madrid tengah menghadapi periode sulit setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Girona pada Minggu malam, yang menyebabkan mereka kehilangan posisi puncak klasemen La Liga kepada Barcelona. Hasil ini merupakan hasil imbang ketiga berturut-turut di liga, setelah sebelumnya ditahan 0-0 oleh Rayo Vallecano dan 2-2 oleh Elche. Kemenangan terakhir Los Blancos di kompetisi domestik terjadi pada 1 November lalu saat menjamu Valencia.
Kylian Mbappe menjadi pencetak gol tunggal Madrid melalui titik putih, dan kini pemain Prancis itu telah menyumbang 23 dari 41 gol tim di semua kompetisi musim ini. Namun, ketergantungan pada Mbappe justru menyoroti ketidakseimbangan lini serang. Sumber internal klub menyebutkan bahwa trio Mbappe, Vinicius Junior, dan Jude Bellingham sulit untuk bermain bersama secara harmonis, sehingga membuat tim sulit mencapai keseimbangan.
Di balik hasil buruk di lapangan, ruang ganti Real Madrid dilaporkan mulai terbelah. Sejak akhir Oktober, sejumlah pemain inti mengaku tidak puas dengan pendekatan personal Alonso dan konsep sepak bolanya. Meskipun telah diadakan pertemuan antara pelatih dan pemain untuk menjembatani perbedaan, ketegangan masih terasa. Beberapa pemain seperti Mbappe, Federico Valverde, dan Eduardo Camavinga berusaha meredam spekulasi dengan menampilkan performa positif di lapangan, namun setelah laga melawan Girona, tidak ada satu pun pemain yang berbicara kepada media.
Para sumber di klub dan staf pelatih mengakui kesulitan untuk mengubah dinamika yang ada. Salah satu sumber menggambarkan situasi saat ini sebagai “sangat sulit” karena “kami bermain sangat buruk”. Kekalahan atau hasil imbang melawan tim papan bawah seperti Girona dianggap sebagai “bencana”. Meskipun demikian, manajemen klub masih memberikan kepercayaan kepada Alonso, namun laga tandang melawan Athletic Bilbao di San Mames pada Rabu mendatang akan menjadi indikator penting, bukan hanya dari segi hasil, tetapi juga dari segi penampilan.
Kondisi fisik pemain juga menjadi sorotan. Antonio Rudiger kembali menjadi starter meskipun baru pulih dari cedera otot paha, karena bek lainnya seperti Dean Huijsen dan Raul Asencio masih cedera. Sementara itu, Alvaro Carreras hanya menjadi pemain pengganti untuk pertama kalinya di La Liga musim ini, dan baru masuk pada menit ke-90 setelah penalti Vinicius Jr menghentikan rencana pergantian.
Menjelang laga kontra Athletic Bilbao, Real Madrid masih tanpa kapten Dani Carvajal yang cedera. David Alaba, Asencio, dan Huijsen diharapkan bisa pulih tepat waktu. Pertandingan ini akan menjadi ujian nyata bagi Alonso untuk membuktikan bahwa ia mampu membalikkan keadaan dan mengembalikan kepercayaan diri tim.



