Bangunan Runtuh di Angeles City, Filipina: Empat Tewas, Operasi Pencarian Dihentikan
Baca dalam 60 detik
- Sebuah bangunan di Angeles City, Filipina, runtuh pada dini hari Minggu, menewaskan empat orang termasuk seorang warga Malaysia dan dua pekerja konstruksi.
- Tim penyelamat menghentikan operasi pencarian setelah 16 orang dilaporkan hilang, beralih ke evakuasi karena tidak ada tanda-tanda kehidupan.
- Saksi mata menggambarkan suara runtuhan seperti pesawat mendarat, menunjukkan skala kehancuran yang luar biasa.

Sebuah bangunan di Angeles City, sekitar 80 kilometer barat laut Manila, runtuh pada Minggu dini hari, menewaskan empat orang dan melukai beberapa lainnya. Insiden ini mengejutkan warga setempat, dengan suara runtuhan yang digambarkan seperti pesawat mendarat. Otoritas setempat menghentikan operasi pencarian setelah dua hari dan beralih ke evakuasi karena tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan dari 16 orang yang hilang, sebagian besar pekerja konstruksi.
James Bernardo, seorang pengantar makanan yang sedang bertugas saat kejadian, menjadi saksi langsung. Ia mendengar suara gemuruh yang tidak biasa dari belakangnya. "Apa yang saya dengar seperti pesawat mendarat. Suaranya tidak seperti suara normal. Saat saya melihat kaca spion dan menoleh, yang saya lihat adalah tiang-tiang jatuh dan kabel listrik berbunga api," ujarnya kepada This Week in Asia. Dalam hitungan detik, bangunan itu berubah menjadi tumpukan puing yang berputar di tengah awan debu. Beruntung, kejadian terjadi pukul 03.00 pagi hari Minggu, sehingga jumlah orang di sekitar lebih sedikit. Bernardo segera mempercepat motornya untuk menghindari kabel listrik yang berbahaya.
Insiden ini menyoroti masalah keselamatan konstruksi di Filipina, di mana banyak bangunan didirikan tanpa pengawasan ketat. Pemerintah setempat telah memerintahkan investigasi untuk menentukan penyebab runtuhnya bangunan. Sementara itu, keluarga korban menunggu kepastian, dan proses evakuasi terus berlangsung untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun.
Ke depan, peristiwa ini diharapkan menjadi momentum bagi otoritas untuk memperketat regulasi bangunan dan meningkatkan pengawasan proyek konstruksi. Keselamatan pekerja dan masyarakat harus menjadi prioritas utama agar tragedi serupa tidak terulang.