Quantinuum, Anak Usaha Honeywell, Bidik Valuasi Rp200 Triliun dalam IPO AS
Baca dalam 60 detik
- Quantinuum menargetkan valuasi hingga $12,7 miliar dalam IPO di Nasdaq, menjual 21,05 juta saham dengan harga $45โ$50 per lembar.
- Langkah ini mengikuti investasi pemerintah AS sebesar $2 miliar di sembilan perusahaan komputasi kuantum, termasuk hibah $100 juta untuk Quantinuum.
- Meski pendapatan masih kecil ($30,9 juta pada 2025) dan kerugian membengkak, minat investor tinggi karena potensi teknologi kuantum yang revolusioner.

Quantinuum, perusahaan komputasi kuantum yang merupakan bagian dari Honeywell, mengumumkan target valuasi hingga $12,7 miliar dalam rencana penawaran umum perdana (IPO) di Amerika Serikat. Langkah ini diambil untuk memanfaatkan gelombang minat investor yang kian tinggi terhadap teknologi kuantum, terutama setelah pemerintah AS menggelontorkan dana besar untuk memimpin sektor ini.
Perusahaan yang berbasis di Broomfield, Colorado itu berencana mengumpulkan dana hingga $1,05 miliar dengan menjual sekitar 21,05 juta saham pada kisaran harga $45 hingga $50 per saham. Angka valuasi ini naik signifikan dibandingkan putaran pendanaan terakhir pada September lalu yang menempatkan valuasi Quantinuum di angka $10 miliar. Kenaikan ini mencerminkan optimisme pasar terhadap masa depan komputasi kuantum, meskipun tantangan teknis seperti tingkat kesalahan yang tinggi masih membayangi.
Quantinuum dibentuk pada 2021 melalui pemisahan dari Honeywell dan merger dengan Cambridge Quantum. Perusahaan ini diketuai oleh CEO Honeywell, Vimal Kapur, dan dipimpin oleh veteran Intel, Rajeeb Hazra. Setelah IPO, Honeywell diperkirakan masih menguasai sekitar 49,1% hak suara gabungan dan akan tetap menjadi pelanggan serta mitra strategis. Hal ini menunjukkan komitmen jangka panjang induk usaha terhadap pengembangan teknologi kuantum.
Meskipun prospek cerah, kinerja keuangan Quantinuum masih menunjukkan kerugian. Pada 2025, perusahaan mencatat rugi bersih $192,6 juta dari pendapatan $30,9 juta, memburuk dibandingkan tahun sebelumnya yang rugi $144,1 juta dengan pendapatan $23 juta. Angka ini wajar mengingat industri komputasi kuantum masih dalam tahap awal pengembangan dan membutuhkan investasi besar dalam riset serta infrastruktur.
IPO ini akan dipimpin oleh J.P. Morgan dan Morgan Stanley sebagai joint book-running managers. Quantinuum akan tercatat di bursa Nasdaq dengan kode saham "QNT". Kesuksesan IPO ini akan menjadi barometer minat investor terhadap sektor teknologi yang dianggap krusial bagi keamanan nasional dan daya saing ekonomi, di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Ke depan, kemampuan Quantinuum untuk mengatasi tantangan teknis seperti error rate dan meningkatkan pendapatan akan menjadi kunci untuk mempertahankan kepercayaan investor. Dengan dukungan pemerintah dan induk usaha yang kuat, perusahaan ini berada di posisi yang baik untuk memimpin revolusi komputasi kuantum, meskipun jalan menuju profitabilitas masih panjang.


