John Herdman Jalin Komunikasi dengan 16 Pemain Diaspora demi Target Piala Dunia 2030
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Timnas Indonesia John Herdman telah berdiskusi dengan 16 pemain diaspora untuk mengevaluasi potensi mereka membela skuad Garuda.
- Herdman menggunakan narasi menjadi generasi pertama yang membawa Indonesia ke Piala Dunia sebagai daya tarik utama bagi para pemain keturunan.
- Meski gencar merekrut diaspora, Herdman menegaskan pemain lokal tetap mendapat kesempatan setara jika memiliki kualitas yang dibutuhkan.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6620674/original/046775600_1779451802-20260522_180244.jpg.jpeg)
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan bahwa ia telah menjalin komunikasi dengan 16 pemain diaspora sejak resmi menukangi skuad Merah Putih. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat tim nasional, terutama dalam upaya lolos ke Piala Dunia 2030.
Dalam pernyataannya di Stadion Madya GBK, Jakarta, Jumat (22/5/2026), Herdman menjelaskan bahwa proses evaluasi terhadap pemain keturunan terus berjalan. "Sejak saya datang, kami mengevaluasi lebih dari 16 pemain. Saya telah berbicara dengan mereka, membicarakan masa depan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa komunikasi ini bersifat berkelanjutan dan tidak hanya berhenti pada satu kali pertemuan.
Salah satu topik utama yang dibahas Herdman adalah mimpi besar membawa Indonesia tampil di Piala Dunia. Menurutnya, peluang menjadi negara pertama yang berhasil lolos ke ajang tersebut merupakan daya tarik yang kuat bagi pemain diaspora, yang sebelumnya mungkin memiliki opsi membela negara lain seperti Italia atau Belanda. "Peluang di negara ini adalah salah satu yang terbesar di dunia. Anda bisa menjadi orang pertama yang membawa negara ini ke Piala Dunia," jelas Herdman.
Meski demikian, Herdman enggan mengungkapkan identitas para pemain tersebut. "Saya tidak akan memberi tahu Anda soal nama-nama," katanya sambil bercanda. Ia hanya memastikan bahwa mereka memiliki kualitas yang diinginkan untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Yang menarik, Herdman juga menegaskan bahwa fokus pada diaspora tidak berarti mengabaikan pemain lokal. "Kami tidak akan mengabaikan pemain lokal," tegasnya. Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa kompetisi di dalam skuad akan tetap sehat, dengan setiap pemain dinilai berdasarkan performa dan kontribusi mereka.
Langkah Herdman ini sejalan dengan tren naturalisasi yang telah berjalan di Indonesia, namun dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan visioner. Dengan target ambisius menuju Piala Dunia 2030, komunikasi intensif dengan diaspora diharapkan dapat mempercepat proses pembentukan tim yang solid dan berkualitas.

