UEFA Resmikan Sistem Kualifikasi Piala Dunia Dua Tingkat Mulai 2030
Baca dalam 60 detik
- UEFA mengubah format kualifikasi Piala Dunia 2030 menjadi dua liga terpisah untuk menghindari pertandingan tim besar melawan negara mini.
- Sebanyak 36 negara teratas akan bersaing di League 1 dengan format menyerupai Liga Champions, sementara 18 negara lainnya mendapat jalur khusus di League 2.
- Presiden UEFA Aleksander Ceferin menilai reformasi ini meningkatkan keseimbangan kompetitif dan mengurangi jumlah laga tanpa gengsi.

UEFA secara resmi mengumumkan perubahan fundamental dalam sistem kualifikasi Piala Dunia untuk edisi 2030. Dalam format baru, negara-negara besar seperti Inggris, Jerman, atau Prancis tidak akan lagi menghadapi tim-tim minor seperti San Marino, Gibraltar, atau Andorra. Langkah ini merupakan respons terhadap kritik yang sudah lama muncul mengenai ketidakseimbangan pertandingan yang kerap berakhir dengan skor telak.
Berdasarkan aturan anyar, 36 negara dengan peringkat tertinggi berdasarkan edisi 2028 Nations League akan ditempatkan di League 1. Mereka akan dibagi ke dalam tiga grup yang masing-masing berisi 12 tim. Setiap tim hanya akan memainkan enam pertandingan โ melawan enam lawan berbeda โ dengan sistem kandang-tandang yang diambil dari dua pot lawan. Format ini mengadopsi model yang mirip dengan fase grup Liga Champions UEFA, meninggalkan sistem klasik di mana setiap tim bertemu semua peserta grup dua kali.
Sementara itu, 18 negara berperingkat lebih rendah โ yang saat ini berada di Nations League C (kecuali juara grup) dan seluruh negara di Nations League D โ akan bersaing di League 2. Mereka tetap memiliki peluang untuk lolos ke Piala Dunia, meskipun UEFA belum merinci secara pasti jumlah slot otomatis yang tersedia. Sistem play-off akan menentukan tiket tambahan bagi tim-tim yang tidak langsung lolos sebagai juara grup.
Presiden UEFA Aleksander Ceferin menyatakan bahwa perubahan ini dirancang untuk meningkatkan keseimbangan kompetitif dan mengurangi jumlah pertandingan yang tidak menarik. "Format baru akan meningkatkan keseimbangan kompetitif, mengurangi jumlah laga mati, menawarkan kompetisi yang lebih menarik dan dinamis bagi penggemar, serta memastikan peluang kualifikasi yang adil bagi semua tim tanpa menambah tanggal di kalender internasional," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Selain kualifikasi Piala Dunia, UEFA juga merombak format Nations League mulai 2028. Kompetisi tersebut akan terdiri dari tiga divisi yang masing-masing berisi 18 tim, dengan tiga grup beranggotakan enam tim. Setiap tim tetap memainkan enam pertandingan, tetapi hanya melawan lima lawan berbeda โ termasuk satu lawan yang dihadapi dua kali (kandang dan tandang). Sistem semifinal, final, promosi, dan degradasi tetap dipertahankan.
Reformasi ini menandai langkah berani UEFA dalam menyeimbangkan kepentingan kompetitif dan komersial. Dengan memisahkan negara-negara besar dari yang kecil, diharapkan kualitas pertandingan kualifikasi meningkat dan minat penonton global tetap terjaga. Namun, tantangan ke depan adalah memastikan bahwa tim-tim dari League 2 tetap memiliki jalur yang realistis menuju Piala Dunia, sehingga semangat inklusivitas sepak bola Eropa tidak hilang.

