Emma Raducanu Akui Sempat Kehilangan Kendali Usai Juara US Open, Kini Bersatu Kembali dengan Andrew Richardson
Baca dalam 60 detik
- Emma Raducanu secara resmi kembali bekerja sama dengan Andrew Richardson, pelatih yang membawanya meraih gelar US Open 2021, setelah lima tahun berpisah.
- Petenis Inggris itu mengakui bahwa keputusan berpisah dengan Richardson bukanlah kesalahan mutlak, melainkan dampak dari perubahan drastis dalam hidupnya yang membuatnya kehilangan arah.
- Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi baru yang lebih stabil bagi Raducanu, yang akan memulai kampanye French Open 2024 melawan Solana Sierra.

Emma Raducanu kembali menggandeng Andrew Richardson sebagai pelatih utama, hampir lima tahun setelah keduanya menorehkan sejarah di Flushing Meadows. Keputusan ini menandai babak baru dalam karier petenis berusia 23 tahun yang sempat berganti-ganti pelatih sejak memenangi US Open 2021.
Raducanu mengakui bahwa perpisahan dengan Richardson setelah sukses di New York bukanlah keputusan yang sepenuhnya salah. Dalam wawancara terbaru, ia menjelaskan bahwa saat itu hidupnya berubah drastis dan ia merasa ditarik ke berbagai arah. "Saya tidak benar-benar memiliki kendali atas situasi. Semua terjadi begitu cepat," ujarnya. Pengalaman bertahun-tahun setelahnya justru mengajarkan apa yang tidak ia inginkan, dan membuatnya semakin menghargai orang-orang yang dapat dipercaya dan memiliki ikatan emosional.
Sejak memenangi gelar Grand Slam, Raducanu telah bekerja sama dengan sejumlah pelatih seperti Torben Beltz, Dmitry Tursunov, dan Francisco Roig, namun tak ada yang bertahan lama. Ia sempat tanpa pelatih tetap sejak Januari 2024 sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali ke Richardson. Langkah ini menunjukkan bahwa Raducanu kini lebih mengutamakan kenyamanan dan kepercayaan dibanding sekadar reputasi atau pengalaman pelatih.
Menariknya, Raducanu juga kembali bekerja sama dengan beberapa pelatih masa kecilnya seperti Nick Cavaday, Mark Petchey, dan Jane O'Donoghue. Ia menilai ikatan yang terbentuk sejak kecil lebih alami dan kuat. "Ketika seseorang mengenal Anda sebelum Anda sukses, itu membuat perbedaan," kata Raducanu. Ia juga memuji konsistensi Richardson yang tidak mudah goyah oleh hasil pertandingan, berbeda dengan dirinya yang cenderung emosional dan ingin semuanya berjalan cepat.
Inisiatif untuk kembali bekerja sama dengan Richardson sepenuhnya berasal dari Raducanu. Ia mengirim pesan teks dengan gaya khasnya, "Heyyy" dengan tiga huruf y, yang menurutnya sudah cukup sebagai kode bahwa ada sesuatu yang sedang direncanakan. Meskipun sadar akan potensi penilaian publik, Raducanu menegaskan bahwa keputusan ini diambil dari hati dan ia tidak ingin terpengaruh opini luar.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa Raducanu ingin membangun kembali kariernya di atas fondasi yang lebih stabil. Dengan French Open yang akan dimulai akhir pekan ini, publik akan melihat apakah reuni dengan Richardson mampu mengembalikan performa terbaik sang petenis.



