Tiga Pilar Real Madrid Tinggalkan Bernabeu, Mbappe Juga Terancam Di Depak
Baca dalam 60 detik
- Kepergian massal: Dani Carvajal (kapten) dan David Alaba hengkang dengan status bebas transfer, sementara Dani Ceballos akan dijual karena kontraknya tersisa satu tahun—konfirmasi dari Fabrizio Romano dan situs resmi klub.
- Badai di ruang ganti: Megabintang Prancis Kylian Mbappe (27 tahun) dikabarkan berpotensi diusir jika perilaku disruptifnya berlanjut, setelah dirinya dan Vinicius Jr dinilai tidak bisa bermain bersama secara efektif.
- Era Mourinho berulang: Pelatih anyar Jose Mourinho (63 tahun) dikontrak dua tahun untuk mengembalikan kejayaan Eropa, tetapi harus kehilangan tiga pilar senior di ruang ganti.

MADRID, SPANYOL — Real Madrid memasuki babak baru yang penuh ketidakpastian. Di satu sisi, klub resmi mengonfirmasi bahwa tiga pemain senior—kapten Dani Carvajal, bek David Alaba, serta gelandang Dani Ceballos—akan meninggalkan Santiago Bernabeu pada akhir musim. Di sisi lain, masa depan megabintang Kylian Mbappe (27 tahun) juga mulai dipertanyakan setelah laporan dari media Prancis L'Equipe dan Spanyol AS menyebut bahwa eksekutif klub meragukan kemampuan Mbappe dan Vinicius Jr untuk bermain bersama—dan bahkan Mbappe berpotensi diusir jika perilaku disruptifnya terus berlanjut.
Tiga Kepergian, Satu Kedatangan yang Dinanti
Jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano mengonfirmasi bahwa Carvajal dan Alaba akan hengkang sebagai agen bebas, sementara Ceballos dijual karena kontraknya yang tersisa satu tahun. Kepergian kapten tim Carvajal—yang telah dikonfirmasi di situs resmi Real Madrid—merupakan pukulan emosional sekaligus taktis bagi skuad asuhan Jose Mourinho. Sementara itu, Alaba yang rentan cedera dan Ceballos yang jarang mendapat menit bermain memang sudah lama dikabarkan akan angkat kaki. Romano menyebut tiga klub potensial untuk Ceballos: Marseille, Real Betis, dan Ajax. Mourinho sendiri resmi kembali ke Bernabeu untuk periode kedua dengan status 'here we go' dari Romano, menandatangani kontrak dua tahun dengan harapan bahwa karisma "the Special One" mampu mengendalikan ego-ego besar di ruang ganti.
Namun, tantangan terbesar Mourinho justru bukan hanya mengisi kepergian tiga pilar, tetapi juga menenangkan badai yang melingkupi Kylian Mbappe. Sejak tiba dari PSG dengan status bebas transfer dua musim lalu, Mbappe memang mencetak 85 gol—angka yang fantastis secara individu. Namun, Real Madrid justru mengalami kemunduran di level tertinggi: mereka tidak pernah lolos ke perempat final Liga Champions sejak kedatangannya, sementara PSG justru menjadi juara Eropa musim lalu dan kembali melaju ke final tahun ini. Di dalam negeri, Barcelona yang dilatih Hansi Flick baru saja meraih gelar LaLiga kedua secara beruntun, mempermalukan dominasi yang diharapkan dari skuad Galactico versi terbaru.
📊 DATA KUNCI
Kepergian: Carvajal (free), Alaba (free), Ceballos (dijual)
Pelatih baru: Jose Mourinho (2 tahun)
Mbappe di Madrid: 85 gol dalam 2 musim
Pencapaian Liga Champions: Sebelum Mbappe: 2 dari 3 final; Setelah Mbappe: tidak lolos perempat final
Petisi pemecatan Mbappe: >73 juta tanda tangan
Mbappe vs Vinicius: Dua Bintang yang Tidak Bisa Bersinar Bersama
Menurut laporan L'Equipe, eksekutif Real Madrid mulai mempertanyakan keputusan merekrut Mbappe dan meragukan apakah ia dapat bermain bersama Vinicius Jr secara efektif. Masalahnya bukan terletak pada kualitas individu—keduanya tetap produktif ketika berada di lapangan bersamaan. Namun, gaya bermain yang cenderung individualistis dan kurangnya upaya saat tim kehilangan bola membuat lini belakang Madrid kewalahan melawan serangan balik lawan. Postingan media sosial Mbappe yang kerap bernada provokatif, wawancara eksplosif, latihan yang ditinggalkan lebih awal, dan cemoohan berulang dari publik Bernabeu telah memperkeruh suasana. Bahkan sebuah petisi online yang menuntut Mbappe diusir dari klub telah melampaui 73 juta tanda tangan.
Prospek ke Depan: Era Mourinho 2.0 di Ujung Tanduk Sebelum Mulai
Ke depan, musim panas ini akan menjadi periode paling krusial bagi Presiden Florentino Perez. Keputusannya dalam menangani situasi Mbappe—apakah mempertahankan, menjual, atau bahkan membuang dengan harga murah—akan menentukan arah proyek Real Madrid untuk setidaknya lima tahun ke depan. Mourinho, yang dikenal sebagai manajer yang tidak segan mengorbankan pemain bintang demi disiplin tim (seperti yang ia lakukan terhadap Casillas, Ronaldo (Brazil), dan Schweinsteiger), akan memiliki wewenang penuh untuk memutuskan nasib Mbappe. Namun, satu hal yang pasti: Madrid tidak akan mentoleransi terus menerus berada di bawah bayang-bayang Barcelona dan PSG di Eropa. Jika Mbappe gagal menunjukkan perubahan sikap dalam beberapa minggu ke depan, bukan tidak mungkin kita akan menyaksikan kepergian termahal dalam sejarah sepak bola—atau sebaliknya, kepergian paling kontroversial sejak Luis Figo ke Barcelona.
"Any exit would likely require a new world record, with the current mantle still held by Neymar and his €222m / £198m switch from Barcelona to PSG in 2017." — Analisis Fabrizio Romano mengenai potensi kepergian Mbappe.



