PSG Resmi Juara Ligue 1: Luis Enrique Kantongi Keuntungan Besar atas Arsenal Jelang Final Liga Champions
Baca dalam 60 detik
- PSG juara Ligue 1 setelah kalahkan Lens 2-0, unggul 9 poin di puncak klasemen.
- PSG punya waktu istirahat 13 hari sebelum Final UCL, sementara Arsenal hanya 6 hari karena masih bertarung di Premier League.
- Beban kerja pemain Arsenal jauh lebih tinggi, memberikan keuntungan fisik bagi skuad asuhan Luis Enrique.

Paris Saint-Germain (PSG) resmi mengamankan gelar juara Ligue 1 musim 2025-26 setelah menang 2-0 atas Lens pada Rabu malam. Keberhasilan ini memberikan keunggulan strategis bagi skuad Luis Enrique menjelang partai final Liga Champions melawan Arsenal akhir bulan ini.
Statistik Kemenangan PSG:
- Poin Akhir: 76 poin dari 33 pertandingan, unggul 9 poin dari pesaing terdekat, Lens.
- Dominasi: Gelar liga ke-5 berturut-turut dan ke-12 dalam 14 tahun terakhir.
- Performa: Meraih 22 poin dari 33 poin terakhir yang tersedia untuk mengunci gelar lebih awal.
Keuntungan Istirahat dan Fokus
Kondisi domestik yang sudah aman membuat PSG memiliki jadwal yang jauh lebih longgar dibandingkan Arsenal dalam mempersiapkan diri menuju laga final pada 30 Mei mendatang.
| Faktor Persiapan | Paris Saint-Germain | Arsenal |
|---|---|---|
| Status Domestik | Sudah Juara (Bisa rotasi total). | Wajib menang di 2 laga sisa demi gelar EPL. |
| Laga Terakhir Liga | 17 Mei (vs Paris FC). | 24 Mei (vs Crystal Palace). |
| Waktu Istirahat Final | 13 Hari fokus penuh di latihan. | Hanya 6 hari setelah laga kompetitif terakhir. |
"Mikel Arteta telah menyoroti bahwa PSG tidak memiliki beban kerja yang sama dengan tim Inggris. Intensitas jadwal Premier League seringkali merugikan klub Inggris di kompetisi Eropa," lapor Sports Mole.
Kesenjangan beban kerja terlihat jelas pada statistik pemain kunci: Declan Rice telah bermain selama 4.244 menit untuk Arsenal, sementara andalan PSG, Vitinha, hanya mencatatkan 3.746 menit. Dengan keunggulan stamina dan waktu persiapan taktis yang lebih panjang, PSG kini difavoritkan untuk mempertahankan gelar Liga Champions mereka untuk kedua kalinya secara berturut-turut.



