Drama VAR London Stadium: West Ham Layangkan Protes Resmi ke PGMOL Atas Pembatalan Gol Callum Wilson
Baca dalam 60 detik
- West Ham memprotes PGMOL karena gol Callum Wilson ke gawang Arsenal dibatalkan VAR.
- Wasit menilai kiper David Raya dilanggar oleh Pablo sebelum gol terjadi.
- Jarrod Bowen mengkritik inkonsistensi VAR yang dianggap terlalu melindungi penjaga gawang.

West Ham United bersiap mengajukan keluhan resmi kepada Professional Game Match Official Limited (PGMOL) setelah gol penyama kedudukan di masa injury time dianulir dalam laga krusial melawan Arsenal. Keputusan ini memicu perdebatan sengit mengenai konsistensi penggunaan VAR di Premier League.
Detail Insiden dan Keputusan:
- Gol yang Dianulir: Callum Wilson sempat mencetak gol yang tampak sah untuk menyamakan kedudukan setelah gol pembuka dari Leandro Trossard.
- Intervensi VAR: Setelah tinjauan VAR oleh Darren England, wasit Chris Kavanagh membatalkan gol tersebut karena menganggap pemain West Ham, Pablo, menghalangi kiper Arsenal, David Raya.
- Alasan Teknis: Pablo dinilai menahan lengan Raya sehingga membatasi pergerakannya untuk mengantisipasi bola di area penalti yang padat.
Analisis dan Protes Inkosistensi
Kubu West Ham merasa dirugikan karena menganggap standar perlindungan kiper terlalu berlebihan dibandingkan pemain lapangan.
| Tokoh | Pandangan / Komentar |
|---|---|
| Jarrod Bowen (Kapten) | Mempertanyakan konsistensi VAR, membandingkan dengan penalti yang tidak diberikan saat Soucek dijatuhkan minggu lalu. |
| Peter Walton (Eks Wasit) | Mendukung keputusan VAR, menyatakan kontak lengan Pablo menghambat Raya untuk menantang bola dengan benar. |
| Manajemen West Ham | Mengajukan protes untuk meminta penjelasan lebih lanjut atas interpretasi aturan tersebut. |
"Kiper dilindungi lebih dari pemain luar. Jika setiap perebutan di kotak penalti dilihat dengan detail seperti itu, maka seharusnya ada lebih banyak penalti yang diberikan," tegas Jarrod Bowen kepada Sky Sports.
Kekalahan ini sangat berdampak bagi kedua tim; Arsenal terus bersaing di jalur juara, sementara West Ham semakin terpuruk dalam upaya menghindari degradasi. Meskipun protes resmi dilayangkan, kecil kemungkinan hasil pertandingan akan berubah mengingat Premier League Match Centre telah mengonfirmasi bahwa prosedur peninjauan telah dijalankan sesuai protokol.



