Klaim Kontrak Lionel Messi Kembali Panaskan Perseteruan Laporta dan Bartomeu di Barcelona
Baca dalam 60 detik
- Luka Lama Terbuka: Mantan Presiden Barcelona, Josep Bartomeu, kembali memanaskan perseteruannya dengan presiden saat ini, Joan Laporta, dengan mengeluarkan klaim keras bahwa hengkangnya Lionel Messi dari Camp Nou adalah murni hasil keputusan politis rezim Laporta.
- Pembelaan Rekor Kontrak: Di tengah kritik berkelanjutan atas krisis keuangan klub, Bartomeu membela keputusannya yang pernah menyodorkan kontrak mewah senilai lebih dari €555 juta kepada Messi, bersikeras bahwa nilai tersebut bahkan kurang dari yang layak Messi dapatkan.
- Keretakan Hubungan: Isu ini semakin memperburuk citra Laporta, yang dinilai masih memiliki hubungan buruk dan renggang dengan Messi akibat komentarnya di masa lalu yang seolah menyalahkan sang pemain karena tidak mau bermain tanpa dibayar.

Konflik internal di jajaran petinggi FC Barcelona kembali memanas. Mantan presiden klub, Josep Bartomeu, melontarkan klaim kontroversial bahwa kepergian megabintang Lionel Messi dari Camp Nou murni merupakan keputusan politis dari pihak dewan pimpinan presiden saat ini, Joan Laporta.
Melansir laporan dari FootballTransfers, perseteruan publik antara Laporta dan pendahulunya tersebut terus berlanjut, dengan nama sang kapten timnas Argentina tersebut tetap menjadi pusat perdebatan panas. Bartomeu secara blak-blakan menuduh bahwa Laporta sebenarnya secara sadar memilih untuk tidak memperpanjang kontrak Messi, sebuah langkah yang kini diklaim menjadi bumerang serta titik kelemahan besar bagi citra sang presiden di mata penggemar.
- Pembelaan Bartomeu: Bartomeu membela rekor kontrak final bernilai fantastis hingga €555 juta (sekitar Rp9,5 triliun) yang ia negosiasikan untuk Messi. Ia mengklaim bahwa nilai tersebut bahkan "dibayar kurang" jika dibandingkan dengan sumbangsih Messi di dalam maupun luar lapangan.
- Hubungan Retak Laporta-Messi: Messi diketahui masih memendam rasa tidak hormat terhadap Laporta, terutama terkait pernyataan sang presiden yang secara publik menyiratkan bahwa Messi seharusnya bisa menawarkan diri untuk bermain secara gratis.
- Akar Konflik: Perselisihan kronis ini berakar pada saling lempar tanggung jawab terkait bobroknya kondisi finansial dan arah kebijakan klub. Laporta sebelumnya gencar menuduh rezim Bartomeu sebagai pihak yang telah "menghancurkan" stabilitas keuangan Blaugrana.
Keberhasilan Messi yang kini melanjutkan kariernya di Inter Miami, Amerika Serikat, nyatanya belum mampu menutup buku sejarah di Catalan. Dengan tensi yang terus memuncak menyusul klaim terbaru ini, isu kontrak dan status kepergian Messi tampaknya akan terus dieksploitasi sebagai senjata politik utama oleh kubu Bartomeu untuk menjatuhkan kredibilitas kepemimpinan rezim Joan Laporta.
| Fokus Isu Petegangan | Keterangan Singkat |
|---|---|
| Pihak Berseteru | Joan Laporta (Presiden Aktif) vs Josep Bartomeu (Mantan Presiden) |
| Inti Tuduhan | Kepergian Messi adalah keputusan politis yang diambil secara sadar oleh Laporta |
| Fokus Kontrak Masa Lalu | Nilai akhir bernilai €555 Juta dibela penuh oleh Bartomeu, namun selalu dikritik Laporta |



