Argumen Josh Hart per Maret 2026 ini menyentuh isu paling sensitif dalam hubungan antara pemilik modal dan tenaga kerja di NBA. Secara analitis, biaya ekspansi secara tradisional dianggap sebagai "penjualan ekuitas" oleh pemilik, sehingga 100% dananya masuk ke kantong pemilik tim yang sudah ada, tanpa dibagi ke pemain melalui BRI.
Di tahun 2026 ini, dengan valuasi tim yang meroket, para pemain melalui NBPA (Asosiasi Pemain) mulai menyadari bahwa gaji mereka yang berdasarkan persentase pendapatan tahunan tidak mencakup lonjakan nilai aset liga secara keseluruhan. Jika setiap tim ekspansi membayar $5 miliar, total $10 miliar akan dibagikan kepada 30 pemilik tim lama (sekitar $333 juta per pemilik) secara bersih. Hart memancing perdebatan: jika ekspansi menambah beban kerja, jadwal, dan persaingan, mengapa pemain tidak mendapatkan kompensasi dari dana masuk tersebut? Langkah ini bisa menjadi awal dari ketegangan baru dalam negosiasi tenaga kerja, terutama jika bintang-bintang besar lainnya mulai mendukung narasi Hart. Ini bukan hanya soal uang, tapi soal pengakuan pemain sebagai mitra bisnis sejati.
β’ Estimasi Biaya: $4M - $5M per Tim Baru.
β’ Penerima Saat Ini: 30 Pemilik Tim NBA (Dibagi Rata).
β’ Posisi Pemain: 0% (Di luar Basketball Related Income/BRI).
β’ Usulan Hart: Persentase Tertentu untuk Dana Pensiun/Bonus Pemain.
Langkah selanjutnya bagi Anda adalah memantau respons dari Komisioner Adam Silver; apakah liga akan bersikap fleksibel atau tetap pada aturan lama bahwa biaya ekspansi adalah hak eksklusif pemilik? Apakah Anda ingin saya membantu merangkum **bagaimana biaya ekspansi sebelumnya dikelola** oleh liga?




