Pergerakan SLS ke Pad 39B per Maret 2026 bukan hanya rutinitas teknis, melainkan perwujudan fisik dari ambisi manusia untuk menjadi spesies multi-planet. Laporan NASASpaceflight menekankan bahwa Artemis II adalah "ujian pembuktian" (proving ground) sebelum pendaratan di permukaan Bulan pada Artemis III.
Secara analitis, konfigurasi SLS Block 1 yang digunakan pada Artemis II telah melalui ribuan jam simulasi. Tantangan terbesar di landasan saat ini adalah sinkronisasi antara perangkat lunak penerbangan berawak dengan menara peluncuran seluler (Mobile Launcher). Berbeda dengan roket komersial seperti Starship yang menekankan pada penggunaan kembali (reusability), SLS dirancang untuk performa sekali luncur dengan daya dorong maksimal guna melontarkan kapsul Orion langsung menuju Bulan. Keberhasilan pad flow ini akan menentukan jendela peluncuran (launch window) yang sangat bergantung pada posisi relatif Bulan terhadap Bumi untuk memastikan lintasan kembali yang aman tanpa membutuhkan pembakaran mesin besar di orbit Bulan.
β’ Konfigurasi Roket: SLS Block 1 (Core Stage + 2 Boosters).
β’ Awak: 4 Astronot (3 NASA, 1 CSA).
β’ Target Orbit: High Earth Orbit (HEO) ke Trans-Lunar Injection.
β’ Durasi Misi: Sekitar 10 Hari.
Langkah selanjutnya bagi Anda adalah memantau pengumuman tanggal Wet Dress Rehearsal (WDR); biasanya dilakukan 2 minggu sebelum peluncuran dan merupakan indikator paling akurat apakah misi akan berjalan sesuai jadwal atau mengalami penundaan (scrub). Apakah Anda ingin saya membantu melakukan **perbandingan spesifikasi daya dorong SLS** dibandingkan dengan roket Saturn V era Apollo untuk melihat seberapa jauh teknologi kita telah berkembang?




