Kecolongan Gahar! Data Pribadi dan Finansial Ratusan Pegawai Starbucks Bobol Dihajar Hacker
Baca dalam 60 detik
- Starbucks mengonfirmasi insiden kebocoran data yang menargetkan portal internal perusahaan dan berdampak langsung pada 889 akun pegawai mereka.
- Peretas menggunakan taktik situs web palsu untuk mencuri akses login dan berhasil merampok data sensitif termasuk nomor jaminan sosial hingga nomor rekening bank.
- Menanggapi pembobolan ini perusahaan langsung melaporkannya ke penegak hukum dan memberikan layanan perlindungan identitas gratis selama dua tahun bagi korban.

Alarm merah berbunyi dari raksasa kedai kopi dunia! Berdasarkan laporan BleepingComputer per 13 Maret 2026, Starbucks baru saja mengonfirmasi insiden kebocoran data gahar. Bukan pelanggan, kali ini peretas sukses menyusup dan mengacak-acak portal internal perusahaan, mencuri informasi super sensitif milik ratusan pegawainya sendiri.
Investigasi mendalam mengungkap bahwa penjahat siber berhasil membobol 889 akun di platform Partner Central Starbucks. Usut punya usut, kredensial masuk para pegawai ini dicuri menggunakan taktik pemalsuan web tingkat tinggi. Peretas membuat situs tiruan yang sangat mirip dengan portal resmi perusahaan untuk memancing korban menyerahkan akses mereka secara sukarela.
Berikut adalah rincian gahar dari serangan yang menembus pertahanan internal Starbucks:
- Akses Ilegal: Hacker dilaporkan nongkrong di sistem sejak 19 Januari hingga 11 Februari 2026 sebelum celah keamanannya benar-benar ditutup rapat.
- Data Krusial Lenyap: Informasi yang dirampok sangat fatal, mencakup nama, nomor jaminan sosial (SSN), tanggal lahir, hingga nomor rekening dan perutean bank pegawai.
- Tindakan Darurat: Starbucks telah menggandeng pihak berwajib dan memberikan layanan perlindungan pencurian identitas serta pemantauan kredit secara gratis selama dua tahun bagi korban.
Insiden ini menjadi tamparan keras bagi infrastruktur keamanan perusahaan sebesar Starbucks. Mengingat rekam jejak mereka yang sebelumnya juga sempat terseret kasus ransomware dari pihak ketiga pada tahun 2024, rentetan serangan ini menuntut perombakan sistem otentikasi internal yang lebih brutal dan gahar agar kejadian serupa tak kembali terulang.
"Sekuat apa pun racikan kopi Anda, sistem pertahanan siber yang mudah dikelabui hanya akan menjadi santapan empuk bagi para predator digital."



