Microsoft Rilis 'Hotpatch' Darurat Windows 11 untuk Tambal Celah Keamanan Eksekusi Kode Jarak Jauh
Baca dalam 60 detik
- Microsoft merilis pembaruan darurat (hotpatch) KB5084597 untuk mengatasi kerentanan eksekusi kode jarak jauh (RCE) pada fitur manajemen RRAS di sistem operasi Windows 11 Enterprise.
- Celah keamanan tersebut dapat dimanfaatkan oleh peretas dalam jaringan untuk mengelabui pengguna agar terhubung ke server berbahaya dan mengambil alih sistem dari jarak jauh.
- Melalui mekanisme hotpatch, pembaruan keamanan kritis ini dipasang secara otomatis langsung ke dalam memori tanpa mengharuskan administrator melakukan proses restart pada perangkat.

Microsoft secara resmi merilis pembaruan keamanan darurat atau out-of-band (OOB) khusus untuk perangkat Windows 11 Enterprise. Melansir laporan Bleeping Computer pada 14 Maret 2026, tambalan keamanan berlabel KB5084597 ini ditujukan untuk memperbaiki kerentanan kritis pada layanan Routing and Remote Access Service (RRAS) yang dapat memicu serangan eksekusi kode jarak jauh (Remote Code Execution/RCE).
Kerentanan ini teridentifikasi dalam tiga kode pelacakan, yakni CVE-2026-25172, CVE-2026-25173, dan CVE-2026-26111. Pembaruan ini difokuskan pada perangkat berbasis korporat yang menjalankan Windows 11 versi 25H2, 24H2, serta edisi LTSC 2024. Melalui metode hotpatch, Microsoft mengimplementasikan perbaikan langsung ke dalam memori proses yang sedang berjalan sehingga perangkat tidak memerlukan proses memuat ulang (reboot).
Terdapat beberapa poin teknis terkait celah keamanan dan prosedur penambalan yang dilakukan oleh Microsoft:
- Metode Eksploitasi: Peretas yang telah terautentikasi di dalam domain jaringan dapat mengeksploitasi celah ini dengan mengelabui pengguna untuk mengirimkan permintaan ke server berbahaya melalui fitur manajemen RRAS.
- Pembaruan Tanpa Henti (Zero Downtime): Mengingat perangkat Enterprise sering digunakan untuk layanan operasional misi kritis, metode hotpatch memungkinkan sistem menerima perbaikan kerentanan tanpa harus mengalami downtime akibat proses restart komputer.
- Distribusi Otomatis: Pembaruan kumulatif ini didistribusikan secara otomatis khusus untuk perangkat yang terdaftar dalam program pembaruan hotpatch dan dikelola melalui infrastruktur Windows Autopatch.
Meskipun celah keamanan ini sejatinya telah diatasi pada pembaruan rutin "Patch Tuesday" awal Maret lalu, Microsoft mengambil langkah perilisan ulang melalui format hotpatch demi memastikan cakupan perlindungan yang komprehensif. Langkah preventif ini secara signifikan memitigasi risiko serangan pada infrastruktur krusial tanpa mengganggu alur produktivitas instansi atau perusahaan yang bersangkutan.
"Masalah keamanan ini hanya berlaku untuk serangkaian skenario terbatas yang melibatkan perangkat klien Enterprise yang menjalankan pembaruan hotpatch dan digunakan untuk manajemen server jarak jauh."



