Awas Jebakan Ekstensi VS Code! 'GlassWorm' Serang 72 Supply-Chain Developer Secara Diam-Diam
Baca dalam 60 detik
- Peneliti keamanan siber menemukan peningkatan skala kampanye serangan rantai pasokan GlassWorm yang menggunakan 72 ekstensi Open VSX palsu untuk meretas para pengembang perangkat lunak.
- Para peretas mengunggah ekstensi yang pada awalnya terlihat aman, lalu memanfaatkan mekanisme pembaruan dependensi paket ekstensi untuk memasukkan muatan berbahaya pencuri data dan kripto secara diam-diam.
- Selain ekstensi, kampanye ini juga menyusup ke ratusan repositori GitHub dengan memanfaatkan penyandian karakter Unicode yang tidak kasatmata untuk menghindari deteksi analisis keamanan.

Halo, para developer dan pejuang coding! Hati-hati kalau kalian suka asal pasang ekstensi di code editor kesayangan. Melansir laporan terbaru dari The Hacker News pada 14 Maret 2026, serangan rantai pasokan (supply-chain attack) yang dijuluki GlassWorm kini makin berevolusi dan terdeteksi agresif membombardir registry Open VSX yang sering dipakai oleh para programmer.
Buat kalian yang belum familier, GlassWorm ini adalah malware ganas yang dirancang khusus buat nyolong environment variables, token CI/CD rahasia, hingga menguras isi dompet kripto (crypto wallet). Parahnya lagi, hacker di balik kampanye ini sekarang pakai taktik yang jauh lebih licik. Mereka nggak lagi menanamkan malware secara langsung di awal. Sebaliknya, mereka sengaja meng-upload ekstensi utility yang kelihatan 100% aman untuk mengelabui proses peninjauan awal.
Berikut adalah temuan mengerikan dari firma keamanan siber Socket dan Aikido terkait cara kerja GlassWorm:
- Taktik Pengiriman Terselubung: Setelah ekstensi awal terpasang dan mendapat kepercayaan pengguna, barulah peretas memanfaatkan properti extensionPack atau extensionDependencies pada pembaruan (update) berikutnya untuk secara otomatis menarik ekstensi paket jahat GlassWorm di latar belakang tanpa izin.
- Skala Serangan: Sejak akhir Januari 2026, tercatat setidaknya 72 ekstensi jahat baru telah menyusup ke Open VSX dengan menyamar sebagai alat linter, code runner, hingga asisten AI palsu. Tidak hanya ekstensi, sekitar 151 repositori GitHub juga dilaporkan terdampak suntikan kode jahat mereka.
- Teknik Evasion Tingkat Tinggi: Pelaku menggunakan karakter Unicode yang tidak terlihat (invisible) untuk menyembunyikan payload pada repositori. Selain itu, mereka sengaja merotasi transaksi wallet Solana untuk mencari letak server Command and Control (C2) guna menghindari deteksi, sekaligus memprogram malware agar tidak menginfeksi sistem yang menggunakan bahasa lokal Rusia.
Kondisi ini jadi peringatan keras (wake-up call) buat kita semua agar nggak gampang percaya sama package atau dependency dari pihak ketiga yang tidak punya rekam jejak jelas. Selalu periksa file package.json dari ekstensi yang kalian instal, dan pastikan tidak ada rujukan ke dependency tak dikenal. Jangan sampai kode proyek triliunan kalian bocor cuma gara-gara salah install plugin ya, bro!
"Akibatnya, sebuah ekstensi yang tampak non-transitif dan relatif jinak pada saat publikasi awal, belakangan bisa berubah menjadi kendaraan pengirim GlassWorm secara transitif tanpa mengubah tujuan awalnya yang terlihat aman." - Tim Peneliti Keamanan Siber



