Waduh! Instagram Diam-diam Hapus Fitur Chat Terenkripsi, Privasi DM Terancam?
Baca dalam 60 detik
- Instagram secara mengejutkan akan menghentikan dukungan untuk fitur pesan terenkripsi end-to-end (E2EE) pada platformnya setelah 8 Mei 2026.
- Pengguna diminta untuk segera mengunduh riwayat pesan dan media dari obrolan terenkripsi mereka sebelum tenggat waktu tersebut berakhir.
- Penghapusan fitur ini memicu kekhawatiran bahwa pesan pribadi pengguna akan lebih rentan dipantau dan berpotensi digunakan oleh Meta untuk keperluan iklan atau pelatihan AI.

Halo, para pengabdi scrolling dan pejuang privasi! Ada kabar kurang mengenakkan nih dari markas Meta. Melansir laporan terbaru dari Proton Blog pada 13 Maret 2026, Instagram secara diam-diam berencana menghapus dukungan fitur End-to-End Encryption (E2EE) untuk Direct Message (DM) alias pesan pribadi mereka. Langkah mundur ini jelas bikin kening berkerut, apalagi selama bertahun-tahun Meta selalu koar-koar menjadikan enkripsi sebagai masa depan komunikasi digital.
Berdasarkan pantauan di halaman bantuan Instagram, fitur E2EE dipastikan tidak akan lagi didukung setelah tanggal 8 Mei 2026. Pengguna yang selama ini menggunakan fitur chat rahasia ini bahkan disarankan untuk segera mengunduh alias men-download riwayat pesan atau media penting mereka sebelum tenggat waktu tersebut. Sampai saat ini, Meta masih bungkam soal alasan pasti di balik "pensiunnya" fitur keamanan krusial ini.
Buat kalian yang kepo kenapa fitur ini penting banget dan apa efeknya kalau dihapus, ini rangkumannya:
- Apa Itu E2EE?: End-to-End Encryption adalah sistem keamanan tingkat dewa yang memastikan cuma pengirim dan penerima yang bisa baca isi pesan. Bahkan pihak Instagram (Meta), hacker, atau pemerintah sekalipun nggak bisa ngintip isinya.
- Tekanan Regulator vs Keamanan: Belakangan ini, platform media sosial emang lagi ditekan habis-habisan oleh pemerintah dan badan perlindungan anak untuk melonggarkan enkripsi agar mereka bisa memantau aktivitas ilegal. Namun, pakar keamanan siber menilai langkah ini justru mengorbankan privasi miliaran pengguna sah.
- Nasib DM Kita: Tanpa E2EE, ada kekhawatiran besar bahwa isi DM, foto, atau informasi sensitif lainnya bisa saja diakses oleh Meta untuk keperluan penargetan iklan, pelatihan model AI (seperti Meta AI), atau bahkan diserahkan ke pihak ketiga.
Manuver Instagram ini bener-bener jadi alarm bahaya buat kita yang peduli sama privasi data. Kalau dulu Mark Zuckerberg menjanjikan ruang digital yang aman dan rahasia, sekarang janji itu seolah dikompromikan. Mending mulai backup chat penting kalian dari sekarang, dan mungkin udah waktunya lirik-lirik aplikasi chatting alternatif yang lebih transparan soal perlindungan data!
"Ketika privasi tidak lagi menjadi pengaturan bawaan (default), ruang komunikasi digital kita tak lebih dari sekadar etalase kaca yang siap diamati oleh siapa saja yang memegang kuncinya."



