Revisi Aturan FIA 2026: Steward Berikan "Leniensi" dan Batasi Poin Penalti bagi Pembalap F1
Baca dalam 60 detik
- FIA memperbarui pedoman standar mengemudi 2026 untuk membatasi poin penalti hanya pada pelanggaran berbahaya atau sengaja.
- Steward kini memiliki fleksibilitas untuk memberikan keringanan (leniensi) jika tabrakan terjadi karena faktor teknis seperti ban terkunci saat mengerem.
- Aturan bendera kuning diperketat dengan keharusan pengurangan kecepatan yang nyata dan signifikan.

Revisi Aturan FIA 2026: Steward Berikan "Leniensi" dan Batasi Poin Penalti bagi Pembalap F1
FIA resmi memperbarui Pedoman Standar Mengemudi (Driving Standards Guidelines) untuk musim F1 2026 setelah serangkaian diskusi intensif dengan para pembalap. Berdasarkan laporan PlanetF1 dan Motorsport.com, perubahan ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas lebih bagi steward dan mengurangi jumlah poin penalti yang dianggap terlalu keras di musim-musim sebelumnya.
Mulai tahun 2026, poin penalti hanya akan diberikan untuk tindakan yang dianggap "berbahaya, ceroboh, atau sengaja menyebabkan tabrakan," serta perilaku tidak sportif lainnya. Langkah ini merupakan respons langsung atas kritik pembalap terhadap insiden seperti tabrakan Carlos Sainz dan Liam Lawson tahun lalu yang memicu perdebatan mengenai konsistensi hukuman.
PERUBAHAN UTAMA PEDOMAN MENGEMUDI F1 2026
| Aspek Aturan | Detail Revisi 2026 |
|---|---|
| Poin Penalti | Dibatasi hanya untuk pelanggaran berat (berbahaya/sengaja). Pelanggaran ringan tidak lagi otomatis berbuah poin pada Super Licence. |
| Fleksibilitas Steward | Diberikan "leniensi" jika insiden terjadi karena upaya menghindari tabrakan (seperti ban terkunci/lock-up). |
| Etika Overtaking | Penegasan bahwa mobil yang disalip tidak boleh "menghilang" begitu saja; ruang harus tetap diberikan secara wajar. |
Selain itu, FIA juga memperjelas perilaku di bawah bendera kuning dan biru. Kecepatan harus dikurangi secara signifikan saat bendera kuning ganda berkibar, dan kegagalan mengendalikan mobil dalam kondisi tersebut akan memicu investigasi otomatis. Steward juga akan mempertimbangkan kondisi ban dan bahan bakar saat menilai waktu putaran di bawah bendera peringatan.
Menjelang GP Australia 2026, Oliver Bearman menjadi pembalap dengan risiko tertinggi karena mengantongi 10 poin penalti, hanya selisih 2 poin dari larangan balap otomatis. Dengan pedoman baru ini, FIA berharap dapat menciptakan transparansi lebih baik bagi penggemar dan media, sembari menjaga agar balapan tetap berlangsung agresif namun aman.



