Spekulasi mengenai siapa yang akan mengisi kursi panas di Celtic Park kian memanas seiring munculnya nama-nama baru dalam daftar kandidat potensial. Berdasarkan laporan GlasgowWorld pada Februari 2026, mantan manajer West Ham United kini masuk dalam radar sebagai "kuda hitam" untuk menjadi suksesor manajer Celtic berikutnya. Meskipun Graham Potter masih menjadi favorit utama di mata publik dan bursa taruhan, kehadiran profil berpengalaman dari Liga Inggris ini memberikan dimensi baru dalam persaingan kursi kepelatihan klub raksasa Skotlandia tersebut.
Opsi Pengalaman vs Visi Progresif
Nama David Moyes, yang memiliki sejarah panjang bersama West Ham, sering dikaitkan dengan kepulangan ke Glasgow karena rekam jejaknya yang solid dalam membangun tim dengan anggaran yang terukur. Secara teknis, Celtic membutuhkan sosok yang mampu menyeimbangkan dominasi domestik dengan performa kompetitif di kancah Eropa. Moyes dianggap memiliki kapabilitas taktis untuk memperkuat pertahanan tim, sebuah aspek yang krusial bagi Celtic saat menghadapi lawan-lawan tangguh di kompetisi kontinental.
Di sisi lain, Graham Potter tetap menjadi kandidat yang paling diinginkan oleh sebagian besar suporter karena filosofi sepak bola menyerang dan penguasaan bola yang ia usung. Namun, hambatan finansial terkait permintaan gaji dan ambisi Potter untuk kembali ke level tertinggi Liga Inggris menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen Celtic. Pertarungan antara memilih manajer "kuda hitam" yang sarat pengalaman domestik atau pelatih progresif dengan profil tinggi akan menjadi ujian bagi dewan direksi klub dalam menentukan arah masa depan tim di sisa musim 2026 ini.
Ekspektasi Suporter dan Tekanan Juara
Siapa pun yang akhirnya terpilih harus siap menghadapi tekanan instan untuk mempertahankan supremasi Celtic atas rival abadi mereka, Rangers. Dinamika di Liga Utama Skotlandia menuntut konsistensi tanpa celah, dan pemilihan manajer yang salah dapat berakibat fatal bagi ambisi gelar klub. Manajemen Celtic diharapkan segera mengambil keputusan sebelum bursa transfer musim panas dimulai, guna memberikan waktu bagi manajer baru untuk merombak skuad sesuai dengan gaya bermain yang diinginkan.




