Di era sepak bola modern, komersialisasi identitas klub sering kali berbenturan dengan warisan budaya lokal. Laporan terbaru dari Chronicle Live pada Februari 2026 mengungkapkan bahwa Newcastle United telah mengajukan permohonan ke Kantor Kekayaan Intelektual Inggris (IPO) untuk mematenkan frasa legendaris mereka, 'Howay the Lads'. Langkah yang dirancang untuk mengamankan hak eksklusif merchandise ini memicu kontroversi dan penolakan keras dari berbagai pihak yang merasa bahwa dialek lokal tidak seharusnya dimonopoli oleh entitas korporat.
Eksklusivitas Bisnis vs Akar Budaya Geordie
Frasa 'Howay the Lads' yang secara harfiah berarti "Ayo, anak-anak!" adalah bagian tak terpisahkan dari dialek tradisional Geordie dan telah lama menjadi seruan penyemangat di St. James' Park. Manajemen The Magpies berambisi mendaftarkan frasa ini untuk berbagai kategori produk—mulai dari kaus sepak bola, minuman beralkohol, hingga pengharum ruangan—dengan hak eksklusif awal selama 10 tahun. Menariknya, klub sebelumnya telah sukses mematenkan frasa serupa untuk tim wanita, 'Howay the Lasses', pada Agustus 2025 tanpa adanya penolakan.
Secara ekonomi dan hukum, perlawanan terhadap langkah ini datang dari kekhawatiran matinya ekosistem bisnis lokal. Jika Newcastle United memenangkan hak paten ini, para produsen suvenir independen dan pedagang kecil di sekitar Tyneside akan dilarang memproduksi barang dengan tulisan tersebut. Situasi ini mengingatkan pada upaya gagal Liverpool beberapa tahun lalu yang mencoba mematenkan kata "Liverpool"; langkah yang akhirnya diblokir oleh IPO karena "signifikansi geografis" kota dan protes keras dari kelompok suporter yang membela pengecer independen.
Menunggu Keputusan Otoritas Kekayaan Intelektual
Saat ini, Newcastle United harus meyakinkan IPO bahwa klaim mereka atas frasa tersebut sah secara komersial tanpa melanggar hak masyarakat adat untuk menggunakan bahasa lokal mereka. Kasus ini menjadi ujian penting mengenai sejauh mana sebuah klub sepak bola dapat mengklaim kepemilikan atas budaya yang secara organik diciptakan dan dibesarkan oleh basis penggemarnya sendiri. Hasil dari pengajuan ini berpotensi menjadi preseden hukum baru bagi klub-klub Premier League lainnya di masa depan.




