Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia akhirnya mengonfirmasi kabar yang telah lama beredar di kalangan pemerhati militer. Pada Jumat, 13 Februari 2026, Kepala Biro Humas Setjen Kemhan Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha menyatakan bahwa Indonesia secara resmi akan menerima hibah kapal induk ringan ITS Giuseppe Garibaldi (551) dari pemerintah Italia. Langkah ini menandai peningkatan signifikan dalam kapabilitas proyeksi kekuatan maritim TNI Angkatan Laut, sekaligus mempererat hubungan kerja sama pertahanan antara kedua negara.
Spesifikasi dan Peran Strategis
Giuseppe Garibaldi adalah kapal induk pertama yang dibangun Italia pasca-Perang Dunia II dan telah menjadi tulang punggung Angkatan Laut Italia selama beberapa dekade. Meskipun diklasifikasikan sebagai kapal induk ringan (light aircraft carrier), kapal ini memiliki kemampuan operasional yang mumpuni untuk mendukung operasi amfibi, anti-kapal selam (ASW), dan misi bantuan kemanusiaan.
Brigjen Edwin menjelaskan bahwa kapal ini akan dihibahkan dalam kondisi "as is" (apa adanya), namun tetap melalui proses perbaikan dan modernisasi (refurbishment) sebelum diserahkan. Kehadiran Garibaldi diharapkan dapat mengisi kekosongan kemampuan angkut udara strategis di laut lepas, terutama untuk mengoperasikan helikopter tempur dan drone dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia yang luas.
Diplomasi Pertahanan
Penerimaan hibah ini merupakan buah dari diplomasi pertahanan yang intensif antara Menteri Pertahanan RI dan mitranya di Italia. Selain memperkuat alutsista, transfer teknologi dan pengetahuan (knowledge transfer) dalam pengoperasian kapal induk menjadi nilai tambah yang tak ternilai bagi personel TNI AL. Proses administrasi dan teknis pengiriman kapal ini sedang dikebut, dengan target kedatangan yang diharapkan dapat terealisasi dalam waktu dekat untuk segera diintegrasikan ke dalam armada tempur RI.




