Wakapolri Temui Otoritas Keamanan Arab Saudi, Perkuat Perlindungan Jemaah Haji 2026
Baca dalam 60 detik
- Wakapolri Dedi Prasetyo bertemu dengan Presidency of State Security (PSS) Arab Saudi di Riyadh untuk memperkuat koordinasi perlindungan jemaah haji Indonesia.
- Satgas Haji Polri telah menangani 11 laporan polisi dan 21 laporan informasi terkait haji non-prosedural, dengan kerugian mencapai Rp10 miliar.
- Langkah pencegahan mencakup penghentian keberangkatan 32 calon jemaah ilegal dan penguatan pertukaran informasi dengan otoritas Saudi.

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo melakukan kunjungan kerja ke Kantor Presidency of State Security (PSS) Arab Saudi di Riyadh pada Jumat (22/5). Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Indonesia dan Arab Saudi dalam melindungi warga negara, khususnya jemaah haji, menjelang puncak musim haji 2026.
Kedatangan Wakapolri disambut langsung oleh Wakil Direktur Intelijen PSS Arab Saudi, Mayjen Abdul Hamid, yang mewakili pimpinan PSS. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh penghormatan, mencerminkan eratnya hubungan bilateral kedua negara dalam mendukung keamanan dan kenyamanan jemaah haji Indonesia.
Pembahasan dalam pertemuan tersebut mencakup penguatan koordinasi perlindungan warga negara, pertukaran informasi intelijen, serta percepatan penanganan potensi masalah yang mungkin dihadapi jemaah selama berada di Arab Saudi. Langkah ini menjadi bagian dari sinergi Satgas Haji Polri yang dibentuk bersama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia untuk memperkuat pengawasan, pencegahan, dan perlindungan masyarakat dari praktik haji non-prosedural, penyalahgunaan visa, serta berbagai modus penipuan yang merugikan calon jemaah.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa perlindungan jemaah membutuhkan penguatan sinergi sejak sebelum keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. "Polri bersama Kementerian Haji dan Umrah RI terus memperkuat pengawasan di dalam negeri untuk mencegah keberangkatan non-prosedural dan melindungi masyarakat dari praktik penipuan. Pada saat yang sama, koordinasi dengan otoritas Arab Saudi juga diperkuat agar perlindungan terhadap jemaah Indonesia dapat dilakukan secara menyeluruh," ujar Johnny dalam keterangan resmi.
Menurut Johnny, Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia membutuhkan kolaborasi yang kuat agar setiap warga negara memperoleh kepastian, keamanan, dan perlindungan selama menjalankan ibadah. "Perlindungan jemaah merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, penguatan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi menjadi bagian penting untuk memastikan masyarakat Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, tertib, dan sesuai ketentuan," tegasnya.
Polri berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum terhadap praktik haji non-prosedural di dalam negeri, sekaligus meningkatkan koordinasi internasional sebagai bagian dari upaya menghadirkan perlindungan maksimal bagi jemaah haji Indonesia. Kunjungan Wakapolri ke PSS Arab Saudi menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama bilateral di bidang keamanan dan perlindungan warga negara, khususnya dalam menghadapi musim haji yang akan datang.



