Sarang Burung Walet Premium Jadi Andalan Ekspor RI di Tengah Gejolak Global
Baca dalam 60 detik
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) mengandalkan segmen premium sarang burung walet untuk menjaga stabilitas ekspor di tengah ketidakpastian geopolitik.
- Sekitar 80% pasar RLCO berada di China, Hong Kong, Vietnam, dan AS, namun gangguan logistik dan kenaikan energi mulai diwaspadai.
- Fokus pada produk kesehatan berbasis lokal diyakini mampu mempertahankan permintaan meski kondisi global tidak menentu.

PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), perusahaan konsumer wellness yang mengembangkan produk lokal berbasis kesehatan, mengandalkan segmen premium sarang burung walet untuk menjaga ketahanan ekspor di tengah gejolak geopolitik dan gangguan rantai pasok global. Direktur Utama RLCO, Edwin Pranata, menyatakan bahwa strategi ini menjadi kunci untuk mempertahankan pertumbuhan di pasar dalam dan luar negeri.
RLCO mencatatkan bahwa 80% pangsa pasarnya saat ini berada di China, Hong Kong, Vietnam, dan Amerika Serikat. Namun, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta kenaikan harga energi dan biaya logistik mulai menekan sektor ekspor. Meski dampaknya terhadap permintaan produk wellness masih relatif kecil, perusahaan tetap mewaspadai potensi perlambatan di kuartal mendatang.
Menurut Edwin, produk berbasis kesehatan lokal seperti sarang burung walet memiliki nilai tambah yang kuat di pasar internasional karena tren gaya hidup sehat yang terus meningkat. "Kami fokus pada segmen premium karena permintaan di segmen ini lebih stabil dan tidak terlalu terpengaruh fluktuasi ekonomi jangka pendek," ujarnya dalam wawancara dengan media ekonomi.
Ke depan, RLCO berencana memperluas jangkauan pasar dengan tetap mengedepankan kualitas dan sertifikasi produk. Perusahaan juga akan meningkatkan kapasitas produksi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dari negara-negara baru. Meskipun tantangan logistik masih membayangi, optimisme tetap terjaga berkat loyalitas konsumen premium yang cenderung resilient terhadap krisis.
Dengan strategi yang berfokus pada nilai tambah dan diferensiasi produk, RLCO diharapkan mampu menjadi contoh bagaimana industri wellness Indonesia dapat bertahan dan tumbuh di tengah ketidakpastian global. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah mendorong ekspor produk unggulan nasional bernilai tinggi.



