Pep Guardiola Pastikan Hengkang dari Manchester City, Pelatih Timnas Italia Pupus?
Baca dalam 60 detik
- Manchester City mengonfirmasi Pep Guardiola akan meninggalkan klub pada akhir musim 2025-26 setelah satu dekade penuh trofi.
- Guardiola disebut-sebut sebagai kandidat pelatih Timnas Italia, namun ia telah menerima peran global ambassador di City Group.
- Kepastian Guardiola membuat Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) harus mencari alternatif lain setelah pemilihan presiden pada 22 Juni.

Manchester City secara resmi mengumumkan bahwa Pep Guardiola akan mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih kepala pada akhir musim 2025-26. Keputusan ini sekaligus mengakhiri spekulasi yang mengaitkan namanya dengan kursi pelatih Timnas Italia yang tengah kosong. Guardiola, yang pernah bermain untuk Brescia dan Roma, disebut-sebut sebagai kandidat potensial menggantikan Gennaro Gattuso. Namun, pernyataan resmi City menunjukkan bahwa pelatih asal Spanyol itu telah memiliki rencana lain.
Guardiola akan mengambil peran sebagai Duta Global untuk City Group, jaringan klub yang menaungi Manchester City, Melbourne City, Montevideo City, Troyes, Palermo, dan lainnya. Dalam posisi barunya, ia akan memberikan nasihat teknis dan mengerjakan proyek-proyek khusus. Hal ini secara tidak langsung menepis rumor bahwa ia akan kembali ke Italia untuk menangani Gli Azzurri.
Kursi pelatih Timnas Italia kosong setelah Gattuso mundur menyusul kekalahan dari Bosnia dan Herzegovina di play-off Piala Dunia. FIGC dijadwalkan menggelar pemilihan presiden pada 22 Juni sebelum menentukan pelatih baru. Nama-nama seperti Antonio Conte, Massimiliano Allegri, Simone Inzaghi, dan Roberto Mancini juga disebut-sebut, namun absennya Guardiola dari bursa kandidat membuat persaingan semakin terbuka.
Keputusan Guardiola untuk tetap di City Group menunjukkan bahwa ia belum berniat meninggalkan dunia kepelatihan sepenuhnya, meskipun tidak lagi menjadi manajer utama. Peran sebagai duta global memberinya fleksibilitas untuk berkontribusi di berbagai klub tanpa tekanan harian. Bagi Italia, ini berarti mereka harus mencari figur lain yang mampu membawa tim nasional kembali ke papan atas setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2022.
FIGC kini dihadapkan pada pilihan sulit: memilih pelatih berpengalaman seperti Conte atau Allegri yang memiliki rekam jejak di level klub, atau memberikan kesempatan kepada pelatih muda seperti Inzaghi. Apapun keputusannya, absennya Guardiola dari daftar kandidat menghilangkan satu opsi prestisius yang sempat dinantikan publik Italia.



