Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Tito Karnavian Hadir
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sepuluh mantan Kapolri di kediaman pribadinya, Hambalang, pada Minggu (8/11).
- Pertemuan ini dihadiri sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
- Isi pembicaraan belum diungkap ke publik, memicu spekulasi mengenai arah kebijakan keamanan dan politik menjelang tahun politik.

Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sepuluh mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di kediamannya, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (8/11). Pertemuan ini menjadi sorotan karena melibatkan sejumlah nama besar yang pernah memimpin institusi Polri, termasuk Tito Karnavian yang saat ini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri.
Dalam acara tersebut, Prabowo didampingi oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Berdasarkan video yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo menyambut satu per satu tamu yang hadir. Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Roesmanhadi menjadi yang pertama disambut, disusul Sutanto, Da'i Bachtiar, Bambang Hendarso Danuri, Badrodin Haiti, Surojo Bimantoro, Roesdihardjo, Sutarman, dan Tito Karnavian. Mereka kemudian duduk bersama di meja bundar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai substansi pembicaraan dalam pertemuan tersebut. Namun, kehadiran para mantan petinggi Polri dari berbagai generasi ini menimbulkan beragam tafsir. Sejumlah pengamat menilai pertemuan semacam ini lazim dilakukan presiden untuk menjaring masukan dari tokoh-tokoh senior, terutama dalam menghadapi tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat yang semakin kompleks.
Dalam konteks politik nasional, langkah Prabowo mengundang para mantan Kapolri dapat dibaca sebagai upaya konsolidasi kekuatan, terutama menjelang agenda besar seperti pemilu 2029. Meski demikian, Juru Bicara Kepresidenan belum memberikan penjelasan lebih lanjut. Sejumlah analis menduga pertemuan ini juga membahas isu-isu strategis seperti netralitas Polri, penanganan terorisme, dan penguatan sinergi antar lembaga.
"Pertemuan presiden dengan para mantan Kapolri adalah hal yang wajar dalam rangka silaturahmi dan meminta masukan. Namun, publik berhak mengetahui apakah ada agenda khusus yang dibahas," ujar seorang pengamat politik yang enggan disebutkan namanya.
Sebagai catatan, Tito Karnavian merupakan satu-satunya mantan Kapolri yang masih aktif di pemerintahan saat ini. Kehadirannya dalam pertemuan tersebut menambah bobot politik, mengingat posisinya sebagai Mendagri yang membawahi urusan dalam negeri dan politik. Sementara itu, para mantan Kapolri lainnya sudah lama pensiun dan tidak lagi memiliki jabatan publik.
Ke depan, publik menantikan apakah pertemuan ini akan menghasilkan kebijakan konkret atau hanya sebatas silaturahmi. Transparansi mengenai isi pembicaraan menjadi kunci untuk menghindari spekulasi yang tidak perlu. Bagaimanapun, langkah Prabowo mengumpulkan para senior Polri menunjukkan upaya membangun komunikasi lintas generasi, yang bisa menjadi preseden bagi pemerintahan berikutnya.



