Kebakaran Tenant Makanan di Stasiun Gambir: Operasional Kereta Tetap Normal, KAI Evaluasi Kesiapsiagaan
Baca dalam 60 detik
- Insiden kebakaran terjadi pada tenant makanan di lantai dasar sisi selatan Stasiun Gambir, Sabtu malam, dan berhasil dipadamkan dalam 18 menit.
- PT KAI memastikan tidak ada gangguan terhadap jadwal perjalanan kereta api dari maupun menuju Gambir.
- Evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk mengusut penyebab dan memperkuat protokol darurat di lingkungan stasiun.

Kebakaran melanda salah satu tenant makanan di area selatan lantai dasar Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada Sabtu (7/11) malam. Meski sempat memicu kepanikan dan videonya viral di media sosial, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta memastikan seluruh perjalanan kereta api dari dan menuju stasiun tersebut tetap berjalan normal.
Menurut Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, petugas langsung bergerak cepat begitu menerima laporan pada pukul 20.37 WIB. Koordinasi dengan unit terkait dan pemadam kebakaran dilakukan untuk mengendalikan situasi. Api berhasil dipadamkan pada pukul 20.55 WIB, hanya sekitar 18 menit setelah kejadian dilaporkan.
Dalam penanganan awal, petugas memanfaatkan fasilitas hydrant yang tersedia di area peron jalur 1 dan jalur 4 Stasiun Gambir. Empat unit kendaraan pemadam kebakaran tiba di lokasi pada pukul 20.48 WIB untuk membantu proses pemadaman. Asap sempat mengarah ke jalur 1, namun KAI menegaskan kondisi tersebut tidak mengganggu kelancaran operasional kereta.
"Kami memastikan tidak ada perjalanan kereta api yang terganggu akibat kejadian ini. Seluruh perjalanan dari dan menuju Stasiun Gambir tetap berlangsung normal," ujar Franoto dalam keterangan resmi, Sabtu (7/11).
Insiden ini menjadi sorotan publik setelah rekaman video kebakaran menyebar luas di platform media sosial. Meski demikian, KAI bergerak sigap meredam kekhawatiran dengan memberikan informasi transparan mengenai dampak operasional. Stasiun Gambir sendiri merupakan salah satu simpul transportasi utama di Jakarta, melayani ribuan penumpang setiap hari, sehingga gangguan sekecil apa pun berpotensi menimbulkan efek berantai.
Sebagai langkah tindak lanjut, KAI Daop 1 Jakarta akan melakukan evaluasi bersama pihak terkait untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran sekaligus meninjau kembali aspek keselamatan dan kesiapsiagaan penanganan darurat di lingkungan stasiun. Franoto menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul dan menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mengedepankan keselamatan serta keandalan operasional.
Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi pengelola fasilitas publik lain akan pentingnya pemeliharaan sistem proteksi kebakaran, terutama di ruang komersial yang padat aktivitas. Dengan volume penumpang yang tinggi, Stasiun Gambir dituntut memiliki protokol evakuasi dan deteksi dini yang mumpuni. Evaluasi yang dijanjikan KAI diharapkan tidak berhenti pada identifikasi penyebab, tetapi juga menghasilkan perbaikan prosedur yang terukur.
Ke depan, publik akan menantikan hasil investigasi resmi mengenai sumber api dan rekomendasi konkret untuk mencegah terulangnya insiden serupa. Apakah evaluasi ini akan diikuti dengan audit menyeluruh terhadap seluruh tenant dan infrastruktur keselamatan di stasiun-stasiun besar lainnya? Jawabannya akan menentukan sejauh mana komitmen keselamatan di sektor transportasi publik diuji.



