MilkLife Kickers Menang 13-0 lalu Kalah 0-1 di Singa Cup 2026, Timo Scheunemann Soroti Mentalitas
Baca dalam 60 detik
- MilkLife Kickers memulai Singa Cup 2026 Girls U14 dengan kemenangan telak 13-0 atas South Coast Baptist College, tetapi takluk 0-1 dari Lion City Sailors.
- Pelatih Timo Scheunemann menilai para pemain mampu beradaptasi dengan format 11 lawan 11 dan menghadapi lawan yang berusia dua tahun lebih tua.
- Turnamen ini menjadi batu uji bagi pembinaan sepak bola putri Indonesia di level internasional, dengan sisa pertandingan melawan Fremantle City FC dan BMW.

Tim sepak bola putri U14 MilkLife Kickers menorehkan catatan kontras pada hari pertama Singa Cup 2026 di The Arena, Woodleigh, Singapura, Kamis (5/11/2026). Anak asuh Timo Scheunemann itu berpesta gol 13-0 atas South Coast Baptist College dari Australia, namun takluk 0-1 dari tuan rumah Lion City Sailors pada laga kedua.
Kemenangan besar pada partai pembuka tidak lepas dari performa impresif Albianca Raula dan Garneta F. Imelda yang masing-masing mencetak hattrick. Garneta membukukan gol pada menit ke-10, 12, dan 31, sedangkan Albianca mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-14, 15, dan 28. Anisa T. Sholica menambah dua gol, sementara lima gol lainnya lahir dari Askara S. Fahilah, Rere Z. Farza, Ananda N. D. Berlian, Riyanti S. Suryani, dan Giada Soebianto.
Namun, menghadapi Lion City Sailors, MilkLife Kickers menghadapi tekanan berbeda. Disiplin pertahanan tuan rumah menyulitkan tim untuk mengembangkan permainan. Gol tunggal Madeliene pada menit ke-23, memanfaatkan umpan silang dari sisi kiri, memastikan kemenangan 1-0 bagi Lion City Sailors. Kekalahan tipis ini menjadi pelajaran berharga tentang efisiensi dan ketenangan dalam momen krusial.
Pelatih Timo Scheunemann menyoroti adaptasi cepat para pemain terhadap skema 11 lawan 11, mengingat sebelumnya mereka terbiasa bermain 7 lawan 7 di fase regional dan 9 lawan 9 di tahap All-Stars MilkLife Soccer Challenge. "Mereka bisa dengan cepat menyesuaikan diri dengan format baru dan menjalankan instruksi membangun serangan melalui kombinasi umpan," ujar Timo. Ia juga menekankan bahwa menghadapi lawan yang berusia dua tahun lebih tua menjadi latihan mental yang berharga bagi para pemain.
"Kami memang masih memiliki beberapa hal yang harus diperbaiki, terutama komunikasi antarlini. Lion City Sailors tampil terorganisir, baik saat bertahan maupun menyerang. Itu keunggulan mereka," kata Janeeta Alodya, pemain MilkLife Kickers.
Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Program Director MilkLife Soccer, Teddy Tjahjono, menegaskan bahwa keikutsertaan MilkLife Kickers merupakan bagian dari upaya memberikan pengalaman internasional bagi para pemain terbaik hasil seleksi MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025/2026. "Kami ingin memastikan jenjang pembinaan terus berjalan di setiap kelompok umur. Melihat penampilan hari ini, saya optimistis para pemain akan terus berkembang," ujarnya.
Singa Cup sendiri telah menjadi turnamen kelompok usia dini bergengsi di Asia sejak 2011. Edisi 2026 diikuti 136 tim dari 13 negara, menjadikannya ajang pembuktian bagi negara-negara yang serius membina sepak bola putri. Bagi Indonesia, partisipasi MilkLife Kickers menjadi cermin bagaimana ekosistem pembinaan usia muda mulai menyentuh level kompetitif internasional, meski masih menghadapi tantangan dalam konsistensi performa dan adaptasi terhadap gaya bermain lawan yang lebih matang secara fisik.
Dengan format single round-robin, MilkLife Kickers masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi di klasemen Grup A. Sisa pertandingan melawan Fremantle City FC dan BMW akan menjadi ujian berikutnya. Mampukah tim muda Indonesia ini bangkit dan menunjukkan bahwa kekalahan dari Lion City Sailors hanyalah bagian dari proses menuju performa puncak? Jawabannya akan terlihat dalam dua laga tersisa.



