Haaland Jadi Penentu, Leipzig Kembali Tertunduk di Kandang
Baca dalam 60 detik
- Manchester City menang 3-2 atas RB Leipzig di Red Bull Arena, dengan Erling Haaland mencetak gol kemenangan pada menit ke-78.
- Leipzig dua kali menyamakan kedudukan melalui Ridle Baku dan Antonio Nusa, tetapi gol penutup Haaland memastikan kekalahan ketiga mereka di fase liga.
- Hasil ini mempertegas dominasi City di Grup G dan menempatkan Leipzig dalam posisi sulit untuk lolos ke babak gugur.

RB Leipzig harus mengakui keunggulan Manchester City dalam laga dramatis Liga Champions di Red Bull Arena, Rabu (2/10/2024) dini hari WIB. Sempat dua kali menyamakan kedudukan, tim tuan rumah akhirnya menyerah 2-3 setelah Erling Haaland mencetak gol penentu pada menit ke-78.
Kekalahan ini menjadi yang ketiga bagi Leipzig dalam empat pertandingan fase liga, sementara City semakin kokoh di puncak klasemen sementara. Bagi Leipzig, hasil ini memperpanjang catatan buruk setiap kali menghadapi klub-klub elite Eropa, dan menambah tekanan bagi pelatih Marco Rose untuk segera membenahi pertahanan yang kerap kebobolan di momen krusial.
Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak awal. City mendominasi penguasaan bola, tetapi Leipzig justru lebih dulu mengancam melalui Antonio Nusa dan David Raum. Namun, gol pembuka City datang secara ironis: bek Leipzig Castello Lukeba mencetak gol bunuh diri setelah salah mengantisipasi umpan silang Nico O'Reilly pada menit ke-37.
Memasuki babak kedua, Leipzig tampil lebih agresif. Christoph Baumgartner yang baru pulih dari cedera langsung memberi tekanan, dan pada menit ke-49 Ridle Baku menyamakan kedudukan dari sudut sempit setelah menerima umpan Brajan Gruda. City kembali unggul melalui sundulan Enzo Fernández memanfaatkan umpan Iliman Ndiaye pada menit ke-58. Namun, Leipzig merespons cepat: Christopher Nkunku yang masuk menggantikan Baumgartner mengirim assist kepada Nusa, yang melepaskan tembakan ke sudut bawah gawang pada menit ke-61.
Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Haaland muncul sebagai pembeda. Penyerang Norwegia itu menyambut umpan silang Anderson di dalam kotak penalti dan menaklukkan kiper Gianluigi Donnarumma. Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Leipzig, yang kemudian berusaha mengejar melalui tendangan bebas David Raum yang membentur mistar gawang, serta peluang Rayan Cherki yang juga mengenai tiang. Gol telat Gruda dianulir karena offside, memastikan Leipzig pulang tanpa poin.
"Kami bermain dengan keberanian dan dua kali menyamakan kedudukan, tetapi menghadapi tim sekualitas City, kesalahan sekecil apa pun akan dihukum. Kami harus belajar dari ini," ujar pelatih Leipzig Marco Rose dalam konferensi pers usai laga.
Bagi Manchester City, kemenangan ini menunjukkan kedalaman skuad dan kemampuan mereka bertahan dalam tekanan. Meski tidak diperkuat beberapa pemain inti, termasuk Joško Gvardiol yang mantan bek Leipzig, City tetap mampu mengendalikan permainan. Haaland yang dipercaya sebagai kapten membuktikan statusnya sebagai salah satu penyerang paling mematikan di Eropa.
Di sisi lain, Leipzig perlu segera berbenah. Dengan tiga kekalahan dari empat laga, peluang mereka untuk lolos ke babak berikutnya semakin menipis. Pertahanan yang sering lengah dan kurangnya konsistensi di lini depan menjadi pekerjaan rumah besar bagi Rose. Pertanyaan besarnya: mampukah Leipzig bangkit di sisa pertandingan, atau akankah mereka kembali gagal memenuhi ekspektasi di kompetisi elite Eropa?



