Persijap Jepara Kejar Kemenangan Perdana di Kandang, Juan Cortes Hadapi Tekanan
Baca dalam 60 detik
- Persijap Jepara belum meraih satu pun kemenangan dari delapan laga BRI Super League 2026/2027 dan terpuruk di dasar klasemen dengan dua poin.
- Pelatih Juan Cortes mengandalkan rotasi pemain muda di League Cup sebagai bagian dari strategi fokus ke liga, meski sempat kalah 0-2 dari Persela Lamongan.
- Laga menjamu Garudayaksa FC di Stadion Gelora Bumi Kartini menjadi peluang emas untuk memutus tren negatif dan membangkitkan moral tim.

Persijap Jepara masih berjuang keras keluar dari jerat keterpurukan di BRI Super League 2026/2027. Menjamu Garudayaksa FC pada pekan kesembilan di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (7/11/2026) malam WIB, Laskar Kalinyamat memburu tiga poin perdana yang selama ini elusif.
Delapan pertandingan telah dilalui, tetapi belum satu pun kemenangan terukir. Dua poin dari delapan laga menempatkan Persijap di dasar klasemen, menjadi satu-satunya kontestan yang belum merasakan kemenangan. Produktivitas gol pun menjadi sorotan: baru empat gol tercipta, sebuah angka yang mencerminkan tumpulnya lini depan.
Meski demikian, ada secercah harapan. Di bawah asuhan Juan Cortes, pelatih asal Spanyol yang kembali dipercaya menakhodai tim, Persijap mulai menunjukkan perlawanan. Dua hasil imbang beruntun melawan Java United (1-1) dan Persebaya Surabaya (1-1) menjadi modal moral bahwa tren kekalahan enam laga sebelumnya bukanlah takdir akhir.
Sebelum menghadapi Garudayaksa, Persijap menelan kekalahan 0-2 dari tim kasta kedua, Persela Lamongan, di ajang League Cup. Kekalahan itu tidak lepas dari keputusan Cortes melakukan rotasi besar-besaran dengan menurunkan pemain-pemain muda seperti Claudio Oliveira, Reycredo Bukit, Ahmad Wadil, serta beberapa nama pengganti. Namun, pelatih berusia 43 tahun itu menegaskan bahwa rotasi tersebut bukan alasan atas hasil buruk.
"Kami membawa pemain muda untuk memberi mereka kesempatan bermain di League Cup. Yang terpenting adalah liga, fokus kami tetap di kompetisi," ujar Cortes, seperti dikutip dari wawancara usai laga.
Kendati demikian, Cortes tak menampik bahwa timnya masih memiliki banyak kekurangan. Ia menuntut para pemain untuk lebih memahami cara menghadapi pertandingan-pertandingan ketat. "Kami masih harus meningkatkan banyak hal. Para pemain perlu tahu bagaimana menghadapi situasi seperti ini. Tentu saja kami tidak senang dengan hasilnya," tambahnya.
Bagi Persijap, laga melawan Garudayaksa FC bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah ujian mental dan taktik untuk membuktikan bahwa momentum kebangkitan yang mulai terasa bisa berbuah kemenangan. Dukungan penuh dari suporter di Gelora Bumi Kartini diharapkan menjadi energi tambahan bagi pasukan Laskar Kalinyamat.
Jika mampu memetik tiga poin, Persijap tidak hanya keluar dari dasar klasemen, tetapi juga mengirim sinyal bahwa mereka masih layak diperhitungkan dalam persaingan BRI Super League musim ini. Sebaliknya, kegagalan menuai kemenangan akan semakin menambah beban psikologis para pemain dan memperbesar tekanan pada Juan Cortes.
Pertanyaannya, mampukah Persijap mengakhiri puasa kemenangan di hadapan pendukung sendiri? Jawabannya akan terlihat di atas lapangan, Sabtu malam nanti.



