Maya Hawke Bintangi Film Magic: The Gathering, Legendary Siapkan Trilogi
Baca dalam 60 detik
- Maya Hawke, bintang Stranger Things, menjadi aktor pertama yang dikonfirmasi terlibat dalam film live-action Magic: The Gathering garapan Legendary Entertainment dan Hasbro.
- Sutradara Matt Johnson, penggemar berat permainan kartu ini sejak kecil, dipercaya mengarahkan dan menulis naskah bersama Noah Gardner dan Aidan Fitzgerald.
- Legendary berencana memproduksi trilogi film, sementara Hasbro juga menyiapkan serial animasi Netflix yang digarap Terry Matalas, menandakan ekspansi besar waralaba ini.

Legendary Entertainment dan Hasbro Entertainment resmi mengumumkan Maya Hawke sebagai pemeran utama dalam film live-action Magic: The Gathering. Kabar ini menjadi konfirmasi pertama susunan pemain untuk proyek adaptasi permainan kartu legendaris yang telah berusia 33 tahun tersebut. Hawke, yang dikenal luas lewat perannya sebagai Robin Buckley di serial Stranger Things dan suara Anxiety di Inside Out 2, disebut akan memerankan karakter kunci, meski detail perannya masih dirahasiakan.
Proyek ini digarap oleh sutradara Matt Johnson, yang sebelumnya menyutradarai film Blackberry dan Tony. Johnson tidak hanya duduk di kursi sutradara, tetapi juga menulis naskah bersama Noah Gardner dan Aidan Fitzgerald. Pengumuman casting ini pertama kali dilaporkan oleh Deadline dan jurnalis independen Daniel Richtmann pada Rabu (waktu setempat), menandai langkah konkret setelah pengumuman awal pada Februari 2025 tentang rencana pembangunan semesta film dan televisi live-action berbasis Magic: The Gathering.
Pemilihan Hawke bukan tanpa alasan. Ia merupakan aktris muda dengan portofolio beragam, mulai dari drama remaja hingga animasi Pixar dan film arahan Wes Anderson. Ia juga akan tampil dalam The Hunger Games: Sunrise on the Reaping sebagai Wiress. Kehadirannya diharapkan menarik minat generasi muda yang mungkin belum akrab dengan permainan kartu ini, sekaligus memperkuat daya tarik komersial film di pasar global.
"Bagi saya, Magic adalah Star Wars-nya. Bisa kembali ke dunia yang saya kenal begitu dekat, yang sangat saya cintai, dan begitu berarti bagi saya, sungguh tak nyata bisa mengerjakan proyek seperti ini," ujar Johnson dalam wawancara dengan podcast The Big Picture awal tahun ini.
Johnson memang bukan sekadar sutradara yang ditunjuk. Ia mengaku pernah bercita-cita menjadi pemain kartu profesional, tetapi mimpi itu pupus setelah kalah telak dari pemain Richard Hoaen di sebuah turnamen pro tour. Pengalaman personal ini memberi warna tersendiri pada pendekatannya dalam menggarap film. Vulture bahkan melaporkan bahwa proyek ini akan meminjam sebagian perangkat produksi Dune, termasuk tim storyboard, desainer kostum, dan lokasi syuting, yang mengindikasikan skala produksi besar.
Langkah Legendary dan Hasbro ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menggarap pasar hiburan berbasis kekayaan intelektual (IP) yang sudah mapan. Magic: The Gathering memiliki basis penggemar fanatik di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, di mana komunitas pemain kartu ini cukup aktif di kota-kota besar. Adaptasi film berpotensi memperluas jangkauan merek ke audiens yang lebih luas, sekaligus membuka peluang lisensi dan merchandise di pasar domestik. Namun, tantangan utamanya adalah menerjemahkan kompleksitas aturan dan lore permainan kartu ke dalam narasi sinematik yang mudah dicerna.
Dengan rencana trilogi dan serial animasi yang sedang berjalan, Magic: The Gathering tampaknya akan menjadi salah satu waralaba hiburan paling ambisius dalam beberapa tahun ke depan. Pertanyaannya, akankah film ini mampu menyamai kesuksesan adaptasi permainan atau novel fantasi lain seperti The Lord of the Rings atau Dungeons & Dragons? Atau justru tersandung oleh ekspektasi penggemar berat yang sulit dipuaskan? Waktu yang akan menjawab, tetapi langkah pertama telah diambil.



