Leeds United: Nasib Gnonto di Ujung Tanduk, Stach dan Calvert-Lewin Jadi Penentu
Baca dalam 60 detik
- Wilfried Gnonto terancam tak lagi berseragam Leeds United setelah performanya di Fiorentina jauh dari harapan, dengan opsi pembelian €15 juta yang belum tentu diaktifkan.
- Kehadiran Anton Stach dan ketajaman Dominic Calvert-Lewin membuat lini serang Leeds solid, mempersempit peluang Gnonto untuk kembali merebut tempat.
- Manajemen Leeds kemungkinan besar akan menjual Gnonto secara permanen pada bursa transfer mendatang, mengingat kontribusinya yang minim dan kebutuhan klub akan dana segar.

Wilfried Gnonto hampir dipastikan tidak akan pernah lagi mengenakan jersey Leeds United. Performa apik Anton Stach dan Dominic Calvert-Lewin musim ini menjadi alasan utama mengapa pintu kembali bagi winger asal Italia itu tertutup rapat.
Gnonto, yang menghabiskan musim 2026/27 sebagai pemain pinjaman di Fiorentina, gagal menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Dari delapan penampilan di Serie A, tujuh di antaranya sebagai pengganti, ia belum mencetak gol maupun assist. Statistik individunya pun merosot tajam: hanya 0,7 dribel sukses per 90 menit dan akurasi umpan silang lima persen, menempatkannya di 20 persen terbawah untuk posisi sayap di liga top Italia.
Di sisi lain, Leeds justru menjelma menjadi tim yang semakin kompetitif di bawah asuhan Daniel Farke. Manajemen menggelontorkan hampir £100 juta pada bursa transfer musim panas lalu, mendatangkan pemain seperti James Trafford dan Tarik Muharemovic. Belanja besar itu berbuah hasil: Stach, yang dibeli dari Hoffenheim seharga £18 juta, menjadi motor serangan dengan catatan peluang tercipta terbanyak di skuad. Sementara Calvert-Lewin, yang datang gratis, telah mengemas empat gol dari sembilan laga pembuka dan menjadi satu-satunya pemain Leeds yang mencetak lebih dari satu gol di liga musim ini.
Kombinasi performa Stach dan Calvert-Lewin membuat pemain seperti Lukas Nmecha, Daniel James, dan Brenden Aaronson kesulitan mendapatkan menit bermain reguler. Ketiganya tercatat memulai kurang dari 50 persen laga liga Leeds musim ini. Situasi ini membuka peluang hengkang pada Januari, dan Gnonto bisa menjadi contoh nyata bagi mereka yang ingin mencari peruntungan di tempat lain.
“Dengan performa Stach dan Calvert-Lewin yang sedang on fire, sulit membayangkan Gnonto kembali mendapat tempat. Leeds butuh pemain yang siap berkontribusi sekarang, bukan proyek jangka panjang,” ujar seorang pengamat taktik yang enggan disebutkan namanya.
Jika Fiorentina memutuskan tidak mempermanenkan Gnonto, ia akan kembali ke Elland Road pada musim panas 2027. Namun, mengingat kontribusinya yang minim dan kebutuhan klub akan dana segar untuk memperkuat skuad, Leeds hampir pasti akan menjualnya secara permanen. Langkah ini sekaligus menutup babak kelam bagi Gnonto yang sempat dianggap sebagai talenta menjanjikan saat pertama kali datang dari Zurich.
Bagi Leeds, fokus sekarang adalah mempertahankan momentum untuk finis di delapan besar dan menembus kompetisi Eropa. Sementara bagi Gnonto, pertanyaannya adalah apakah ia masih bisa menemukan kembali performa terbaiknya di klub lain, atau justru terus tenggelam dalam keterpurukan. Yang jelas, pintu di Elland Road sudah tertutup rapat.



