Mercedes Akui Bersalah Atas Kehancuran Russell di GP Meksiko
Baca dalam 60 detik
- Toto Wolff menyatakan tim Mercedes bertanggung jawab atas kegagalan Russell di GP Meksiko akibat masalah teknis pada unit daya.
- Russell kehilangan peluang menang setelah energy deployment gagal, lalu terlibat insiden dengan Hadjar dan mendapat penalti 10 detik.
- Kegagalan ini menambah daftar nasib buruk Russell musim ini, tetapi ia bertekad bangkit dan mengejar posisi terbaik di klasemen.

Kepala tim Mercedes, Toto Wolff, secara terbuka mengakui bahwa timnya telah mengecewakan George Russell pada Grand Prix Meksiko. Masalah teknis pada sistem energy deployment membuat peluang Russell untuk meraih kemenangan sirna dalam hitungan detik setelah start.
Russell, yang memulai balapan dari barisan depan bersama Lewis Hamilton, sebenarnya memiliki kecepatan yang menjanjikan. Namun, mobil Silver Arrow-nya mengalami kegagalan pengiriman energi, sehingga ia melorot ke posisi keenam sebelum mencapai Tikungan 1. Situasi memburuk ketika ia bersenggolan dengan Isack Hadjar dari Red Bull dan menerima penalti 10 detik, yang kemudian membuatnya kehilangan posisi lebih jauh.
Wolff mengungkapkan rasa simpatinya kepada Russell. Menurutnya, momen tersebut sangat menyakitkan bagi seorang pembalap, terlebih karena mobil memiliki pace yang cukup untuk menang. "Kami memiliki kecepatan, tetapi kami mengecewakannya di lintasan lurus pertama," ujar Wolff. Ia juga memahami keputusan Russell untuk tidak menghadiri sesi media dan meninggalkan sirkuit lebih awal, bahkan menyebut tindakan itu wajar mengingat kekecewaan yang dialami.
"Ini adalah momen yang catastrophically buruk bagi seorang pembalap. Saya telah mengenal George sejak lama dan saya tahu betapa sulitnya ini," kata Wolff.
Insiden di Meksiko bukan pertama kalinya Russell dirugikan oleh masalah teknis. Sebelumnya, pada balapan di Spa-Francorchamps, kegagalan serupa menyebabkan ia bertabrakan dengan Hamilton. Selain itu, ia juga mengalami kegagalan unit daya yang membuatnya gagal finis di Kanada dan Malaysia. Rekan setimnya, Kimi Antonelli, mengakui bahwa Russell memang kurang beruntung musim ini. "Dia memiliki lebih banyak kemalangan dibandingkan saya, tetapi saya yakin dia akan bangkit. Kecepatannya luar biasa dan sulit dikalahkan ketika sedang on fire," ujar Antonelli.
Meskipun demikian, Russell tetap menunjukkan sportivitas dengan mengucapkan selamat kepada Antonelli yang telah memastikan gelar juara dunia. Dalam unggahan di Instagram, Russell menyatakan bahwa musim ini adalah musim terberat dalam kariernya, dengan lebih banyak hari buruk daripada hari baik. Ia bertekad untuk bangkit dan kembali ke performa terbaiknya, serta berharap keberuntungan berpihak padanya di sisa musim dan musim depan.
Dengan posisinya saat ini di peringkat keempat, Russell masih berpeluang mencatatkan finis tertinggi dalam kariernya. Ia hanya terpaut 11 poin dari Max Verstappen dan 9 poin dari Hamilton. Persaingan di sisa musim akan semakin ketat, terutama dengan kehadiran Red Bull, Ferrari, dan McLaren yang diprediksi akan bersaing di depan. Akankah Russell mampu membalikkan keadaan dan menutup musim dengan gemilang?



