GP Meksiko Hormati Roscoe, Anjing Hamilton, dalam Altar Day of the Dead
Baca dalam 60 detik
- Panitia GP Meksiko menempatkan foto Roscoe, bulldog milik Lewis Hamilton, di antara potret legenda Formula 1 dalam instalasi Day of the Dead di paddock.
- Tradisi Día de Muertos yang jatuh pada akhir pekan balapan tahun ini memberi ruang bagi F1 untuk merayakan warisan para pembalap dan figur yang telah berpulang, termasuk hewan peliharaan.
- Langkah ini menuai pujian warganet dan berpotensi memperkuat ikatan emosional antara ajang balap dan budaya lokal Meksiko.

Grand Prix Meksiko tahun ini bukan sekadar ajang adu kecepatan. Di paddock Sirkuit Autódromo Hermanos Rodríguez, panitia menyulap dinding-dinding menjadi altar peringatan Día de Muertos, dan di antara potret legenda Formula 1, terselip wajah Roscoe—buldog milik Lewis Hamilton yang telah lama menjadi ikon tak resmi paddock.
Instalasi tersebut menampilkan foto Roscoe di bawah potret Ayrton Senna, dikelilingi oleh nama-nama besar seperti Enzo Ferrari, Jack Brabham, Juan Manuel Fangio, James Hunt, Patrick Depailler, Pedro Rodríguez, dan Jean-Marie Balestre. Beberapa dinding lain memuat potret Alberto Ascari, Graham Hill, Roland Ratzenberger, Alex Zanardi, Colin Chapman, Max Mosley, Eddie Jordan, Stirling Moss, José Abed, Ricardo Rodríguez, dan Jochen Rindt. Setiap bingkai dihiasi lengkungan bunga marigold oranye, lilin, dan foto hitam-putih.
Día de Muertos, atau Hari Orang Mati, adalah salah satu tradisi terpenting di Meksiko. Tahun ini, perayaannya bertepatan dengan akhir pekan balapan. Keluarga biasanya membangun ofrenda—altar rumah—yang dihiasi foto, lilin, dan marigold untuk mengenang kerabat yang telah meninggal, dan hewan peliharaan kerap disertakan. Keputusan panitia memasukkan Roscoe pun dinilai sebagai bentuk penghormatan yang menyentuh hati.
Reaksi warganet di media sosial pun tak kalah hangat. “Roscoe tak pernah menempuh satu putaran pun, tapi entah bagaimana ia menjadi salah satu sosok paling dicintai di paddock. Meksiko benar-benar sempurna dalam tribute ini,” tulis seorang pengguna Reddit. Komentar lain menyebut, “Ini sangat manis, Lewis pasti menyukainya.” Ada pula yang menilai langkah tersebut sebagai “kelas tersendiri” dan “sangat menyentuh karena Roscoe ada di sana.”
Bagi Hamilton, Roscoe bukan sekadar hewan peliharaan. Anjing berusia 12 tahun itu setia mendampingi sang juara dunia tujuh kali di berbagai sirkuit, bahkan kerap muncul di sesi latihan bebas dan area tim. Kehadirannya di altar Day of the Dead menjadi simbol bahwa kontribusi emosional—bukan hanya prestasi di lintasan—layak dikenang.
Dari sudut pandang penyelenggara, instalasi ini memperkuat identitas GP Meksiko sebagai balapan yang kental dengan budaya lokal. Berbeda dari sirkuit lain yang cenderung seragam secara komersial, Meksiko konsisten menghadirkan sentuhan tradisional, mulai dari tribun bergaya stadion hingga perayaan di sekitar paddock. Langkah ini juga berpotensi meningkatkan keterlibatan penggemar, terutama di platform digital, karena konten semacam ini mudah menyebar secara organik.
Meski demikian, keputusan memasukkan Roscoe bisa memicu perdebatan kecil di kalangan puritan olahraga: apakah etis menyandingkan hewan peliharaan dengan legenda balap? Namun, dalam konteks Día de Muertos, batas antara tokoh besar dan makhluk yang dicintai menjadi kabur. Tradisi Meksiko justru mengakui bahwa ikatan emosional—termasuk dengan hewan—adalah bagian dari cara mengenang yang telah pergi.
Bagi pembaca di Indonesia, momen ini bisa menjadi cermin bagaimana sebuah ajang internasional berdialog dengan kearifan lokal. Indonesia memiliki beragam tradisi mengenang leluhur, seperti nyadran atau ma'nene, yang juga melibatkan simbol dan benda kesayangan. Jika suatu saat Indonesia menjadi tuan rumah event global, pendekatan serupa bisa memperkaya pengalaman peserta dan penonton tanpa kehilangan akar budaya.
Ke depan, kita menantikan apakah tim dan penyelenggara lain akan mengadopsi cara serupa untuk merayakan warisan emosional di dunia balap. Sebab, di tengah kompetisi yang serba cepat, sentuhan humanis seperti ini justru yang sering tertinggal di pit lane.



