Freiburg Tumbangkan Augsburg 2-1, Kokoh di Peringkat Ketiga dan Incar Tiket Liga Champions
Baca dalam 60 detik
- Freiburg bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Augsburg 2-1, mengamankan posisi ketiga Bundesliga dengan 16 poin dari delapan laga.
- Kemenangan ini menunjukkan kedalaman skuad dan mentalitas juang Freiburg, yang mampu membalikkan keadaan lewat gol Igor Matanović dan Cyriaque Irié.
- Dengan performa impresif di liga, DFB-Pokal, dan Conference League, Freiburg berpeluang besar menembus Liga Champions musim depan.

Freiburg membuktikan mentalitas juangnya dengan meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Augsburg pada pekan kedelapan Bundesliga di WWK Arena, Sabtu (19/10/2024). Tertinggal lebih dulu melalui gol mantan pemainnya, Michael Gregoritsch, tim asuhan Julian Schuster bangkit berkat gol Igor Matanović dan Cyriaque Irié. Kemenangan ini memastikan Freiburg tetap di posisi ketiga klasemen dengan koleksi 16 poin, tertinggal empat poin dari pemuncak klasemen Bayern Munich.
Kekalahan dari Bayern Munich pekan sebelumnya sempat menimbulkan kekhawatiran akan penurunan performa. Namun, Freiburg menunjukkan karakter tangguh dengan tidak membiarkan kekalahan tersebut berdampak buruk. Meski sempat kesulitan menghadapi perlawanan Augsburg, Schuster melakukan perubahan taktik dengan memasukkan pemain pengganti yang mampu mengubah jalannya pertandingan. Matanović menyamakan kedudukan dengan tembakan keras, sebelum Irié mencetak gol kemenangan melalui sundulan memanfaatkan umpan silang Vincenzo Grifo.
Kemenangan ini merupakan kemenangan kelima Freiburg dari delapan pertandingan pembuka, dan menjadi raihan poin terbaik kedua sepanjang sejarah klub setelah delapan laga Bundesliga. "Kami kesulitan menghadapi lawan yang sangat berbahaya hari ini," ujar Schuster usai pertandingan. "Karena itu kami sangat senang dengan kemenangan ini." Sementara itu, bek tengah Matthias Ginter menambahkan, "Pujian besar untuk tim karena telah membalikkan keadaan. Tidak semua tim bisa melakukan itu."
Keberhasilan Freiburg tidak hanya terjadi di Bundesliga. Di ajang DFB-Pokal, mereka baru saja membalikkan ketertinggalan 2-1 menjadi kemenangan 3-2 atas Wolfsburg, melaju ke putaran ketiga. Di UEFA Conference League, Freiburg mencatat satu kemenangan dan satu kekalahan dari dua pertandingan. Kedalaman skuad menjadi kunci sukses mereka. "Kami memiliki skuad yang sangat dalam, itu aset besar," jelas Ginter. "Hari ini kami melakukan lima atau enam perubahan di starting line-up. Wajar jika tidak selalu berjalan mulus. Itu membuatnya lebih baik ketika pemain yang masuk dapat mengubah permainan untuk kami."
Freiburg memang dikenal sebagai klub yang mampu bersaing meski dengan sumber daya terbatas. Dalam lima tahun terakhir, mereka tampil di final DFB-Pokal dan kompetisi Eropa, serta empat kali finis di posisi tujuh besar Bundesliga. Mereka juga beberapa kali nyaris lolos ke Liga Champions. Dengan performa impresif musim ini, Freiburg kembali berpeluang mewujudkan ambisi tersebut. Meski harus bersaing di tiga kompetisi, bukan tidak mungkin bagi Freiburg untuk akhirnya menembus zona Liga Champions dan duduk di meja teratas sepak bola Eropa.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perjalanan Freiburg bisa menjadi inspirasi tentang bagaimana klub dengan keterbatasan finansial mampu bersaing di level tertinggi melalui manajemen yang cerdas, pengembangan pemain muda, dan semangat kolektif. Sementara itu, kompetisi Bundesliga musim ini semakin menarik dengan persaingan ketat di papan atas. Akankah Freiburg mampu mempertahankan konsistensi dan menembus Liga Champions untuk pertama kalinya? Waktu yang akan menjawab, tetapi modal yang mereka miliki saat ini cukup menjanjikan.



