Marc Marquez Menang Telak di Sepang, Gelar Juara Dunia 2026 di Ambang Pintu
Baca dalam 60 detik
- Marc Marquez finis terdepan di MotoGP Malaysia, unggul 4,1 detik atas Pedro Acosta, dan kini memimpin klasemen dengan keunggulan 44 poin.
- Kemenangan ini menjadi yang ke-80 di kelas premier dan membuka peluang meraih titel dunia ke-10, yang bisa dipastikan di Qatar pekan depan.
- Dominasi Ducati di Sepang dipertegas oleh strategi Alex Marquez yang menahan laju pembalap Aprilia, sementara Francesco Bagnaia terpuruk di posisi 13.

Marc Marquez tampil perkasa di Sirkuit Internasional Sepang, Minggu (2/11/2025), dengan memenangi MotoGP Malaysia. Pembalap pabrikan Ducati itu finis 4,1 detik di depan Pedro Acosta (KTM), sekaligus memperlebar peluangnya merebut gelar juara dunia 2026. Kemenangan ini kian mendekatkan Marquez pada titel kesepuluh di kelas premier, yang bisa dipastikan pada seri berikutnya di Qatar, pekan depan.
Bagi Marquez, ini adalah kemenangan grand prix ketujuh musim ini dan yang ke-80 sepanjang kariernya di kelas utama. Ia kini mengoleksi 44 poin lebih banyak dari Jorge Martin yang masih cedera, dan unggul 67 poin atas Marco Bezzecchi (Aprilia) di posisi ketiga. Dengan empat seri tersisa, matematika memang belum sepenuhnya mengunci gelar, tetapi dominasi Marquez di Sepang menunjukkan ia tak ingin menunda perayaan.
Sejak lampu start padam, Marquez yang memulai balapan dari posisi kedua langsung menyalip pole-sitter sekaligus adiknya, Alex Marquez (Gresini), di tikungan pertama. Alex sempat membalas di tikungan keempat, namun melebar sehingga Marc kembali memimpin. Sejak itu, juara bertahan tersebut tak tersentuh.
Alex Marquez, yang masih bermasalah dengan cedera bahu, berperan penting sebagai penahan laju pembalap Aprilia. Meski harus puas di posisi ketiga, ia sukses menahan Marco Bezzecchi dan Ai Ogura di pertengahan balapan. Aksi Alex memberi Marc ruang untuk menjauh. Acosta, yang start dari posisi keempat, butuh waktu hingga lap ke-10 untuk melewati Alex. Saat itu, Marc sudah unggul 1,7 detik. Alih-alih terpacu, Marquez justru menambah kecepatan dan menjaga jarak di atas dua detik hingga finis.
"Saya hanya fokus pada ritme sendiri. Motor bekerja sempurna, dan saya bisa mengatur jarak tanpa tekanan berarti," ujar Marquez dalam sesi wawancara usai balapan, seperti dikutip Motorsport.com.
Di belakang, duel sengit terjadi antara Bezzecchi dan Ogura. Keduanya sempat bersenggolan di lap ke-18 saat memperebutkan posisi keempat. Ogura akhirnya keluar sebagai pemenang, sementara Bezzecchi melebar di lap terakhir dan turun ke posisi keenam di belakang Enea Bastianini (Tech3 KTM). Hasil ini mempertegas bahwa Aprilia belum mampu menembus podium di Sepang, meski Bezzecchi masih bertahan di tiga besar klasemen.
Bagi Ducati, kemenangan Marquez di Sepang menjadi sinyal kuat bahwa mereka masih penguasa di lintasan. Namun, rapor merah justru datang dari Francesco Bagnaia. Rekan setim Marquez itu hanya finis ke-13 setelah sempat keluar dari zona poin. Bagnaia, yang musim ini kerap kesulitan menemukan konsistensi, tampaknya harus menunda ambisinya untuk kembali bersaing di papan atas.
Di sisi lain, pembalap muda seperti Acosta dan Ogura terus menunjukkan tajinya. Acosta, yang finis kedua, membuktikan bahwa KTM semakin kompetitif. Sementara Ogura, pembalap Trackhouse Aprilia, berhasil mencuri perhatian dengan finis keempat. Keduanya menjadi ancaman bagi para pembalap senior di sisa musim.
Dengan hasil ini, MotoGP 2026 semakin dekat menuju klimaks. Marquez tinggal selangkah lagi meraih gelar dunia ke-10, yang akan mengukuhkannya sebagai salah satu legenda terbesar. Namun, akankah ia mengunci titel di Qatar, atau akankah Martin dan Bezzecchi memberikan perlawanan sengit di sisa balapan? Satu hal yang pasti, dominasi Marquez di Sepang telah mengirim pesan jelas: gelar juara hampir pasti dalam genggamannya.



