Leclerc Tercepat di Meksiko, Vasseur Tetap Waspada: Ferrari Jangan Terlena
Baca dalam 60 detik
- Charles Leclerc memuncaki dua sesi latihan bebas F1 Meksiko, namun Fred Vasseur menolak jebakan optimisme berlebihan.
- Ferrari pernah unggul di latihan Austin pekan lalu tetapi gagal di kualifikasi, menjadi peringatan nyata bagi tim.
- Tantangan utama bukan hanya kecepatan, melainkan adaptasi terhadap trek berbumpur dan evolusi grip yang ekstrem.

Charles Leclerc memang menutup hari Jumat dengan catatan waktu terbaik di Sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez, tetapi bos Ferrari Fred Vasseur justru memilih menahan euforia. Pembalap Monako itu memimpin sesi latihan bebas pertama (FP1) dengan 1 menit 18,128 detik, lalu memperbaikinya menjadi 1 menit 17,827 detik di FP2. Rekan setimnya, Lewis Hamilton, juga kompetitif dengan menempati posisi keempat di FP1 sebelum mesinnya bermasalah di pertengahan sesi kedua.
Namun, bagi Vasseur, kecepatan di hari Jumat tidak serta-merta menjadi jaminan untuk sisa akhir pekan. Ia mengingatkan bahwa kondisi di Mexico City jauh lebih ekstrem daripada perkiraan awal, terutama karena faktor ketinggian tempat sirkuit berada. "Kami harus bekerja keras malam ini. Treknya sangat bergelombang, mungkin agak berlebihan sebelum Tikungan 1. Hampir berbahaya. Kami harus melakukan sesuatu," ujarnya seperti dikutip Motorsport.com.
Peringatan Vasseur bukannya tanpa alasan. Pekan sebelumnya di Austin, Ferrari juga tampil dominan di setiap sesi latihan, tetapi kemudian hanya mampu mengunci posisi start keempat dan kelima. Hasil balapan pun tidak sesuai harapan: finis kedua dan keempat. Leclerc saat itu menyalahkan evolusi trek yang sulit diprediksi, sementara Hamilton mengaitkannya dengan performa ban. Kekhawatiran yang sama kini membayangi tim asal Maranello itu.
Mexico City menawarkan tantangan teknis yang unik karena berada di ketinggian sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut. Pada ketinggian itu, udara lebih tipis sehingga turbo harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga. Ferrari diyakini memiliki keunggulan karena turbo SF-26 mereka berukuran lebih kecil, yang seharusnya meminimalkan turbo lag. Bahkan pembalap Mercedes, George Russell, menyebut Ferrari sebagai favorit sebelum balapan dimulai.
Namun, Hamilton menepis anggapan tersebut. Menurutnya, keunggulan turbo tidak serta-merta membuat Ferrari lebih cepat di lintasan lurus. "Saya tidak benar-benar setuju soal turbo itu. Jika Anda melihat kecepatan Mercedes dan Red Bull, mereka masih jauh lebih cepat di ujung lintasan lurus, seperti di setiap balapan. Turbo tidak membuat perbedaan. Saya rasa kami masih kehilangan dua atau tiga persepuluh detik," kata juara dunia tujuh kali itu.
"Kondisinya sangat ekstrem, lebih dari yang kami perkirakan sebelumnya dengan ketinggian ini. Ini tantangan bagi kami, tetapi juga bagi yang lain. Artinya kami punya banyak pekerjaan rumah malam ini." โ Fred Vasseur, Team Principal Ferrari
Vasseur juga menyoroti bahwa para pembalap harus beradaptasi dengan tingkat downforce yang jauh berbeda dari biasanya. "Mereka terbiasa dengan sayap terbesar musim ini. Saya pikir selisihnya dibanding tahun lalu jauh lebih kecil di Monza daripada di Monaco atau Meksiko, dan itu bahkan lebih menantang bagi mereka," tambahnya. Trek yang bergelombang dan grip yang rendah membuat setiap tim harus melakukan penyesuaian cermat, terutama pada sesi latihan ketiga dan kualifikasi.
Meski demikian, peluang Ferrari untuk meraih kemenangan ketiga musim ini tetap terbuka. Jika mampu mengatasi masalah evolusi trek yang kerap mengganggu performa ban, Leclerc dan Hamilton bisa menjadi ancaman serius bagi Mercedes dan Red Bull. Namun, sejarah di Austin menjadi pengingat bahwa kecepatan di hari Jumat seringkali tidak berbanding lurus dengan hasil akhir pekan. Vasseur sendiri menegaskan bahwa timnya tidak boleh terlena oleh catatan waktu semalam. "Saya tidak perlu merasa percaya diri atau tidak. Kami harus bekerja, mencoba yang terbaik untuk besok," tutupnya.
Pertanyaannya kini: mampukah Ferrari mengubah dominasi latihan menjadi pole position dan kemenangan di Meksiko, atau akankah skenario Austin terulang kembali? Jawabannya akan terlihat di sesi kualifikasi dan balapan Minggu nanti.



